10 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja di Kebon Jeruk Ditangkap

Dua Belas Remaja Terkait Tawuran di Kebon Jeruk Ditangkap, Korban Jadi Dampak
Kapolres Metro Jakarta Barat mengaku tewaskan satu remaja akibat tawuran di kawasan Green Garden, Kedoya, Kebon Jeruk. Mereka menemukan 10 pelaku, sembilan di antaranya masih anak berusia 16 tahun di bawah umur.

Tadi malam sekitar pukul 19.00 WIB terjadi pertengkapan antara dua kelompok remaja yang diawasi oleh media sosial. Awalnya lokasinya ditentukan di daerah Kampung Gusti, Jelambar, tetapi kemudian berubah.

Pertengkapan yang berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit mengakibatkan korban terkena sabetan senjata tajam di bagian leher dan tangan. Ibu korban berkata "Aku sangat bersalah karena saya tidak bisa mencegah putraku mati seperti ini, aku akan selalu mencari cara untuk membalas dendam".

Kapolres mengatakan ada 10 pelaku yang ditangkap, di antaranya 9 remaja masih berusia 16 tahun dan satu orang dewasa. Pelaku yang disangka sebagai penyebab dari kejadian ini sudah dituduh dengan pasal berlapis, salah satunya Pasal 262 ayat 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang akan mengakibatkan hukuman penjara selama 12 tahun.
 
๐Ÿ˜• Ini kayaknya kriminalisasi remaja yang berlebihan lagi... tapi nggak bisa dibela dengan kasus ini ya, korban di tawur terlalu berat... dan dari segi legalitas, pasal 262 ayat 4 KUHP benar-benar digunakan untuk menghukum pelaku yang berani membunuh. Aku rasa pelajaran ini harus dipikirkan dari sudut pandang masyarakat kita tentang perlindungan remaja dan pembelajaran dari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di kalangan mereka... ๐Ÿ’ก
 
Dua belas remaja itu kayaknya sudah terlalu berisiko banget! ๐Ÿค• Mereka masih anak-anak, tapi sudah bisa bertanggung jawab atas kekerasan yang serius seperti ini. ๐Ÿšจ Lihatlah, menurut data dari BPS RI 2022, ada 1.444 kasus tawuran di kalangan remaja dan anak-anak pada tahun itu. Mau dipikirkan aja, berapa banyak hukuman penjara yang diberikan kepada pelaku-pelaku ini? ๐Ÿค”

Lihatlah grafik ini ๐Ÿ“ˆ, jumlah kasus tawuran di kalangan remaja dan anak-anak masih meningkat tahun ke tahun. Kita harus lebih waspada dan mencegah agar tidak ada lebih banyak korban seperti yang terjadi di Kebon Jeruk ini. ๐Ÿ‘ฎโ€โ™€๏ธ

Sekarang aja kita lihat, hampir 60% dari pelaku-pelaku tawuran tersebut masih berusia di bawah umur. ๐Ÿคฏ Itu berarti kita harus memiliki strategi yang lebih baik untuk mencegah remaja dan anak-anak menjadi pelaku kekerasan. Mau ngobrol aja, bagaimana cara kita bisa mencegah ini? ๐Ÿค”
 
Maksudnya, gue sedih banget dengar kabar itu ๐Ÿค•. Sebelas remaja sudah mati karena tawuran di kebun, siapa lagi yang bisa percaya? Gue ingat masa lalunya, kita juga pernah buat konten yang membuat kerumunan, tapi tidak sampai seperti ini ๐Ÿ˜ฑ. Gue rasa di era sekarang ini, orang-orang jadi lebih serius dengan hal-hal kecil, gak wajar banget ๐Ÿค”. Gue harap pihak berwenang bisa mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan, kita harus belajar untuk mengelola emosi kita dengan baik ๐Ÿ™.
 
Makasih ya, polisi kembali terlibat dengan kegiatan remaja berbahaya lagi ๐Ÿ˜’. Saya rasanya sangat frustrasi dengan cara mereka memilih untuk saling menyerang tanpa memikirkan konsekuensinya. Mereka bisa saja menghabiskan waktu mereka dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti membuat proyek DIY atau membantu orang tua di rumah.

Saya ingat saat-saat saya masih kecil, kita semua belajar cara berbagi dan saling menghormati di sekolah. Apakah mereka sudah lupa itu? Saya harap pihak berwajib bisa memberikan pelajaran yang baik kepada remaja-remaja ini tentang pentingnya kesabaran dan kerja sama ๐Ÿ’ก.
 
Saya pikir sih kalau kita harus bawuh di mall ya... malah ada orang2 di kebun hijau berlaku tawuran... makasih korban tewas, tolong kan keluarganya nggak terpaksa masuk agen dendam... tapi apa aja yang bikin remaja mau tawuran? kangenin sih era80an ketika2 anak belom pernah sengaja jatuh dari tangga atau kayaknya makin rindukan kebebasan...
 
Makasih bro, aku paham nih, tawuran gini serasa tidak enak banget, tapi korban jadi dampaknya yang paling penting ๐Ÿค•. Aku rasa kepolisian harus lebih hati-hati dalam menangkap pelaku, karena 9 remaja masih berusia 16 tahun dan itu sudah masuk akal lah ๐Ÿ˜”. Dan ibu korban yang bilang akan selalu mencari cara untuk membalas dendam, gak bisa disangkal nih, kalau korban mati, keluarga korban pasti sangat sedih dan bingung ๐Ÿ’”. Aku harap pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil, biar tidak ada orang lain yang terkena dampak dari tawuran gini ๐Ÿคž.
 
ini kebohongan bukan? 12 remaja ditangkap karena tawuran, tapi apa yang dibawa oleh polisi adalah satu korban yang mati dari sabetan senjata tajam... siapa lagi korbannya sih? kelompok lawan yang diawasi media sosial, tapi siapa yang salah sebenarnya? orang tua korban sendiri yang selalu membiarkan anak-anaknya menjadi jagoan sekali... tapi jangan lupa, polisi punya pasal khusus untuk ini, 12 tahun penjara... kayaknya masih kurang aji kan? ๐Ÿ˜’
 
Saya pikir kalau gampangnya menangkap 10 remaja bukanlah solusi. Mereka masih anak-anak, kan? Saya rasa mereka perlu dipelajari lebih baik lagi tentang empati dan bagaimana cara mengelola konflik yang sebenarnya. Mungkin kalau mereka belajar cara bersikap lebih baik, tidak ada lagi tawuran seperti ini. Dan siapa tahu, mungkin korban bisa diterima kembali oleh masyarakat? ๐Ÿค”
 
Aku rasa kayaknya kita harus fokus pada cara mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan... 10 remaja masih berusia 16 tahun? itu anak-anak yang belum pernah punya pekerjaan, bagaimana kalau mereka ada pengalaman sengaja untuk menanamkan emosi negatif seperti tawuran? kita harus mengajarkan mereka tentang pentingnya persahabatan dan kebersamaan... ๐Ÿ˜”
 
Maafnya remaja-remajanya gini, nih... ๐Ÿ˜• Mereka yang kaya dan kaya keluarganya ini memang tidak peduli sama sekali dengan nasib orang lain. Tawuran di Kebon Jeruk itu benar-benar bikin rasa marah, tapi yang lebih perlu kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan. Mereka yang menjadi pelaku tindakannya pasti punya orang tua yang tidak peduli sama sekali dengan anak-anaknya... itu benar-benar kejam! ๐Ÿคฌ
 
ini keterlibatan remaja di balik tawuran yang menyebabkan seorang anak muda kematianya... perlu dipikirkan juga dampaknya terhadap keluarga korban dan masyarakat... banyak yang terkejut dengan aksi ini, tapi bagaimana caranya kita bisa memprediksi siapa yang akan terlibat dalam tawuran seperti ini? apakah karena kesenangan atau karena tekanan sosial? perlu ada langkah-langkah yang matang untuk mencegah hal ini terjadi lagi...
 
aku pikir korban dan keluarganya itu harus berhenti ngerasa bersalah, mungkin karena emosi berlebihan deh.. tapi aku rasa korban itu tidak sepenuhnya bersalah, karena yang salah itu pelakunya aja.. pelaku itu tahu kalau dia melakukan kesalahan apa pun, tapi dia tetap saja melakukan hal tersebut.. mungkin korban dan keluarganya itu harus berusaha untuk lebih stabil lagi dan jangan terlalu cepat ngerasa bersalah..
 
Wah, sepertinya kalau kita lihat dari kasus ini, remaja-remaja belom fokus di sekolah, di rumah, dan apa lagi? Kita harus berharap anak muda kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan seperti ini ๐Ÿ˜”. Dan korban keluarga yang kecewa, aku juga merasakan rasanya kalau anak saya terluka... tapi aku yakin, kasus ini punya pelajaran bagi kita semua ๐Ÿค.
 
Gue juga seru2 banget kan sih kala-kala remaja2 bersemangat ngomong-mengomong di media sosial, kemudian jadi tawuran di kebun ๐Ÿ˜‚. Tapi apa yang harus dibayangkan, si korban udah mati dan keluarganya juga terguncang ๐Ÿค•. Gue senang lihat Kapolres berhasil menangkap 10 pelaku, tapi gue rasa 9 remaja berusia 16 tahun itu masih terlalu muda untuk dihukum penjara. Mungkin kapan2 kalinya mereka harus belajar dari kesalahan mereka dan jadi orang yang lebih bijak ๐Ÿ˜Š.
 
Makin parah lagi ya di Jakarta! Itu bukannya tawuran remaja yang sengaja membunuh sahabatnya? Apa yang salah dengan remaja-remaja ini? Kita lihat, mereka sudah ditangkap dan disebut pelaku, tapi apa itu artinya? Bolehkah kita mengatakan bahwa remaja di bawah umur yang bersalah harus mendapat hukuman seperti dewasa? Kita jangan lupa, mereka masih anak-anak yang belum pernah melihat dunia nyata. Maka dari itu, kita harus memiliki pembelajaran berharga dari kejadian ini. Apakah kita harus mengubah sistem pendidikan untuk remaja di bawah umur sehingga mereka tidak akan tergerak untuk melakukan hal-hal buruk seperti ini? Atau mungkin kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola konflik dengan baik, agar remaja-remaja tidak akan tergoda oleh tawuran dan kekerasan.
 
Gue pikir kalau remaja yang ini terlalu bangga dengan popularitasnya di media sosial. Gue bayangkan kalau dia bisa memilih hidup apa aja, tidak perlu khawatir akan reaksi orang lain. Tapi, kalau dia tahu bahwa hidup itu tentang bertanggung jawab dan menyayangi sesama manusia... mungkin dia tidak akan membuat keputusan yang salah seperti ini.

Gue juga pikir, apalagi kalau kita mempunyai ayah atau ibu yang cinta kasih, tentu saja kita tidak akan pernah melakukannya. Kita selalu ingin menyelamatkan mereka, jadi kita bisa terus hidup. Tapi gue lihat remaja ini... tidak ada ibunya yang sedang memikirkan hal itu. Mungkin kalau kita memberinya kesempatan untuk berbicara dengan orang tuanya, dia mungkin akan sadar bahwa hidup ini tentang banyak hal, bukan hanya tentang diri sendiri.
 
Gue tidak sabar banget kalo gini terjadi lagi di Jakarta, gue rasa anak-anak ini harus lebih bijak aja, nggak perlu terlibat dalam tawuran yang bisa jadi membunuh orang lain ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Gue lihat si korban keluarganya itu sangat sedih, tapi aku yakin keluarga korban juga harus bertanggung jawab sendiri ya... gue rasa korban ini bukan cuma korban dari tawuran, tapi juga dari kekhilangan orang yang dia cintai ๐Ÿ’”. Gue harap pihak berwenang bisa memberikan hukuman yang tepat dan membantu keluarga korban agar tidak harus melewatinya sendirian ๐Ÿ˜ž.
 
๐Ÿ˜• wajahnya kayak apa aja.. sebenarnya sengaja aku nggak perlu tahu siapa-siap di mana ada klaim baru klaiman. tapi kalau harus bilang, aku pikir ini udah capek banget. 12 remaja, kalo nggak salah itu sudah 1/3 dari total kelompok remaja di Jakarta Barat! ๐Ÿคฏ dan mau tawuran sih? apa aja tujuannya lagi? hanya biar ngisi media sosial? ๐Ÿ“ฑ๐Ÿ‘€ apa yang mau mereka capai kalau hanya tawuran aja? kayaknya aku juga mau ketahuin deh siapa nanti di balik klaim-klaim ini...
 
kembali
Top