10 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja di Kebon Jeruk Ditangkap

Puluh orang ditangkap terkait tawuran yang mengakibatkan remaja berinisial BMA meninggal dunia. Kapolres Metro Jakarta Barat, Twedi Bennyahdi, menyatakan bahwa 10 orang terlibat dalam tawuran maut di kawasan Green Garden, Kedoya, Kebon Jeruk, pada Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Ternyata, tawuran itu dimulai dari tantangan di media sosial. Pihak kepolisian menemukan bahwa admin akun @zentrum yang merupakan korban meninggal dunia ini, berinteraksi dengan admin akun @yadika28 yang dikelola oleh MHI (16), salah satu pelaku tawuran yang masih di bawah umur dan memiliki status Anak Berhadapan Hukum (ABH).

Tawuran itulah yang menyebabkan BMA meninggal dunia karena terkena sabetan senjata tajam di bagian leher dan tangan. Sementara itu, FS disangkakan akan mendapat pidana penjara paling lama 12 tahun terkait perbuatannya.

Kapolres Twedi juga menyebutkan bahwa ada dua kelompok remaja yang mengakui ingin melakukan tawuran sebelumnya di daerah Kampung Gusti, Jelambar, namun akhirnya berpindah lokasi. Tawuran itu berlangsung selama 10 sampai 15 menit dan menggunakan berbagai macam jenis senjata tajam.

Kapolres Twedi Bennyahdi menyampaikan bahwa mereka menggandeng stakeholder terkait untuk penanganan terhadap pelaku ABH.
 
aku pikir ini kalau nanti masyarakat harus bertanggung jawab juga, tidak hanya remaja yang membuat tawuran, tapi orang tua dan wali kewarganegaraan juga harusnya ada tanggung jawab, kan? 🤔

tapi sih aku rasa apa yang penting adalah semua pelaku ABH di penjara sudah, dan masyarakat tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi. kalau mau tawuran hanya karena tantangan, itu artinya anak-anak kita belum bisa berpikir dengan bijak 🤦‍♂️

dan aku lihat pihak kepolisian benar-benar gampang dalam menangani tawuran ini, tapi apa yang harus diingat adalah ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, seperti media sosial dan lingkungan sekitar 🤝
 
Gue rasa tawuran itu kayaknya sangatlah buruk, khasa kayak si BMA yang jadi korban. Gue suka banget aki BMA, dia kayaknya udah lewatin sekolah dan jadi anak berhak hukum kan? Tapi gue ragu-ragu siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas tawuran itu. Admin @zentrum kayaknya bisa banget ya, gue lihat kontesnya sama @yadika28, kayaknya udah ada perjanjian tertulis sih. Tapi gue rasa kapolres Twedi Bennyahdi udah nggabungin stakeholder, jadi semoga pelaku ABH yang banyak nge-bagi senjata tajam itu akan dihukum.
 
Aku rasa tawuran itu harus dihentikan sebelum ada korban yang meninggal, ya? Puluh orang ditangkap, tapi masih banyak lagi remaja yang belum menjadi korban. Aku rasa kita perlu membicarakan lebih banyak tentang dampaknya jika remaja-remaja kita melakukan hal-hal berbahaya seperti itu. Kita harus bisa mengatur diri kita sendiri sebelum bertindak keras terhadap orang lain.
 
Puluh orang ditangkap karena tawuran yang bikin remaja BMA mati 🤕, ini bukannya kasus serius banget! Ternyata dimulai dari tantangan di media sosial aja, siapa bilang gak bisa mengatur diri sendiri di internet? 📱 Kapolres yang berbicara kalau ada 2 kelompok remaja sebelumnya ingin melakukan tawuran, itu bikin banyak pertanyaan lagi sih... Apa kalo mereka sudah melihat gejala ini sebelumnya dan masih nggak ambil tindakan? 🤔
 
Kak, siapa nih yang tahu sih apa itu tawuran di era digital seperti ini 🤔? Mereka bikin tantangan online, lalu berangkat ke alam bebas dan bikin korban jebak dalam kekerasan 💣. Sama-sama kita doang khawatir dengan keselamatan remaja-remajanya nih, tapi mereka sendiri yang harus bertanggung jawab 🤷‍♂️.

Dan siapa sih yang tidak kenal dengan konsep "Anak Berhadapan Hukum" (ABH) ini? Mereka sudah cukup berusia untuk bertanggung jawab, tapi masih di bawah umur 😐. Itu kaya ketidakadilan, kak 👎.

Dan 12 tahun penjara itu sekecil apaan, Kak! FS yang bertanggung jawab atas korban jahilin kalau nanti mau menyesalia sisa hidupnya di balik tahanan 🤯. Mending rasanya korban bisa mengambil hukuman yang sama, kan? 🤷‍♂️

Dan dua kelompok remaja lainnya yang ingin melakukan tawuran sebelumnya? Itu bikin aku pikir siapa nih yang membiarkannya terus berlanjut 😒. Mau nggak ambil tindakan, kan? 🙅‍♂️
 
Gak ngerti siapa yang salah aja kalau remaja-remaja ini terus berduel di media sosial sampai ada orang mati 🤔. Mereka kira aja tawuran itu cuma main-main, tapi ternyata bisa membunuh. Saya rasa kalau masyarakat dan pemerintah harus ngatur jangan membiarkan hal ini terus berlanjut. Tapi siapa yang tahu, mungkin mereka tidak ada pilihan lain karena kebutuhan sosial di daerah mereka 🤷‍♂️.
 
Makasih sekali kalo ada kabar ini... tapi sih kalau remaja-remaja ini masih bisa bernyawa sementara ada yang sudah wafat... itu gila banget! 🤯 Apalagi karena tawuran di media sosial ini kayaknya mulai dari adu tendangan sama admin akun @zentrum, lalu berantai ke MHI. Sama-sama remaja, tapi sih apa artinya? Kita harus bisa belajar dari kesalahannya dan jangan ngerjain hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain... 🤦‍♂️
 
Akhirnya ada yang tegas dengan para remaja yang kewalahan 🤯. Tawuran itu kayaknya bukan main-main, bisa jadi karena orang-orang di dalam media sosial yang banyak mempengaruhi mereka 😂. Meninggal dunia korban BMA itu kayaknya sangat berat hati, rasanya nanti anak-anak remaja lainnya pasti akan mengikuti jejak-jejak yang sama 🤕. Dan salah satu dari mereka harus mendapatkan hukuman yang tidak ringan 12 tahun penjara... mungkin ini bisa membuat orang tua dan keluarga korban BMA lebih berhati-hati dengan cara-cara media sosial, nih 🙏.
 
Cara kalian remaja di sini... 🤯 Tawuran sehabis itu kan? Beliapa sih yang bilang remaja di Indonesia itu bisa sembarangan aja sih? 🙄
 
Gue rasa ini sangatlah marah sama sekali! Tawuran maut di Green Garden itu apa lagi? Mereka yang bisa langsung menangkap pelaku, tapi masih ada yang bisa melarikan diri? Gue pikir kalau di Indonesia gini, sudah tidak umur lagi sih... Puluh orang ditangkap, tapi masih ada yang bisa melarikan diri? Ini kan jadikah penyiksaan sih?
 
Saya rasa kayaknya pihak kepolisian harus lebih cepat bereaksi ketika ada tawuran seperti ini, ya? Kalau nggak, berapa banyak korban yang harus kembali menangis dan keluarga mereka yang merasa kesal?

Tapi, saya juga paham bahwa tawuran itu mulai dari media sosial, jadi kita harus lebih waspada ketika menggunakan akun-akun online. Saya harap pelaku-pelaku ini bisa belajar dari kesalahan mereka dan tidak perlu masuk ke jalur yang salah seperti ini.

Saya juga penasaran dengan alasan mengapa remaja-remaja di Indonesia masih begitu suka melakukan tawuran, ya? Mungkin kita perlu ada solusi yang lebih baik untuk mereka, bukan hanya memanggil nama nama saja.
 
Gue rasa ini kayaknya gini, kalau kita asah remaja di bawah umur yang masih di status ABH (Anak Berhadapan Hukum) dengan cara yang baik, jadi mereka bisa berubah menjadi orang dewasa yang baik, tapi sekarang malah ada tawuran yang bikin korban meninggal dunia. Saya rasa ini bukan tentang remaja yang ingin membuat perbedaan, tapi lebih banyak tentang orang tua yang khawatir atau tidak sabar dan ingin melihat anak mereka jadi seperti mereka sendiri.

Dan gue pikir juga, kalau kita tidak memperhatikan faktor-faktor di baliknya, tawuran ini akan terus terjadi dan semakin berat. Kita butuh masyarakat yang lebih sadar dan peduli dengan masalah-masalah remaja seperti ini.
 
kira-kira kenapa sih pihak keluarga korban nggak sabar banget? apalagi kalau korban itu remaja, tapi gini juga bisa terjadi di anak-anak. aku pikir mereka harus fokus pada proses hukum dan biarkan kepolisian bekerja, bukan bikin masalah semakin besar
 
Oke guys, ngomongin tentang tawuran di Green Garden malah membuat aku sedih banget! Si BMA itu dulu anak kecil yang masih berisiko ABH, tapi ternyata dia jadi korban tawuran yang mengakibatkan ia meninggal dunia. Itu sangat tragis!

Aku pikir pihak kepolisian harus lebih cepat dalam menangani isu-isu ini, karena kalau tidak nanti ada lagi korban! Tapi aku juga paham bahwa remaja-remaja kini sedang mengalami tekanan dan stres yang besar di era digital ini.

Aku sarankan kita semua harus lebih berhati-hati saat menggunakan media sosial, karena itu bisa menjadi sumber konflik yang besar! Kita harus belajar untuk mengelola diri dan perasaan kita dengan baik, agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi.
 
Saya rasa nih, gue pikir kalau pemerintah kita harus menangani masalah remaja ini dengan lebih bijak. Kalau bisa, gue sarankan membuat program pendidikan dan kesadaran mengenai bahaya tawuran di masyarakat. Tapi, kalau pihak kepolisian sudah nggabungin diri sama stakeholder, itu juga bagus ya!
 
kaya gini aja, tawuran di Green Garden itu memang makin serius, korban BMA nggak cuma kecil, tapi 16 tahun juga nggak main-main sih... MHI dan Yadika28 ini pasti udah pernah nonton banyakin video yang bikin korban marah, tadi malam ceritanya ikut gila dan nyelat senjata... kaya apa aja yang diharapkan kalau tidak ada hukuman yang tepat?
 
Gue pikir kalau remaja di Indonesia ini keren banget! Kalau bisa berani-nya sengketa di media sosial, ayo bikin tawuran bareng temannya. Sementara itu, FS yang menganggap dia harus dibawa ke penjara karena tidak mau menyerah. Wah, kayaknya dia malu banget kalau harus tidur di kandang karena perbuatannya. Sementara MHI yang masih anak kecil tapi sudah bisa melakukan hal yang salah. Gue rasa ini nggak enak, tapi apa yang bisa gue lakukan?
 
Saya ngga sabar banget ketika mendengar kabar ini 🤕. Remaja-remaja kita sering banget nge-tinder dan nge-influensial tanpa paham betapa beratnya konsekuensi dari aksi mereka. Saya rasa kita perlu ajak anak-anak muda untuk lebih bijak dalam menghadapi media sosial. Mereka tidak menyadari bahwa aksi mereka bisa berubah menjadi kematian dan cedera. Saya harap pihak kepolisian bisa menangani kasus ini dengan sabar dan akurat, agar kita semua bisa belajar dari kesalahan yang dialami oleh korban dan keluarganya 💔.
 
Mana lagi kasus tawuran remaja ini! 🤯 Senin lalu aku lihat postingan di @zentrum yang bilang dia tangkap 2 orang yang bilang mau bertualang dengan dia, tapi ternyata dia kalah! 😂 Akhirnya korban BMA jatuh ke tanah dan kematian itu terjadi. Saya pikir pengguna media sosial harus lebih hati-hati, nggak bisa membuat orang lain jatuh ke dalam kesalahan yang serius. 🤦‍♂️ Aku rasa ini perlu diatasi dengan lebih bijak, tidak hanya sengaja menyerang korban tanpa alasan.
 
kembali
Top