Korban dari pesawat ATR 42-500 yang menabrak Gunung Bulusaraung ditemukan di jurang sedalam 200 meter. Pasca kejadian, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban yang masih hidup bersama-sama dengan sejumlah bagian pesawat yang rusak akibat terkena lereng. Lokasi penemuan berada di koordinat spesifik dan kedalaman jurang yang sangat dalam.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, posisi korban tersebut ditemukan di dalam jurang, bersama dengan serpihan pesawat. Saat ini, proses evakuasi menuju jalur pendakian sedang berlangsung.
Operasi SAR dilaksanakan dalam kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang sangat menantang. Cuaca hujan lebat dan kabut tebal membatasi jarak pandang tim SAR, sehingga pergerakan mereka terbatas dan sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, beberapa unit SAR bergerak sesuai dengan pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, sementara SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian mereka berhasil menyeberang ke titik dua.
Sementara itu, tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi. Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat yang termasuk bagian rangka dan kursi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Mereka meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, posisi korban tersebut ditemukan di dalam jurang, bersama dengan serpihan pesawat. Saat ini, proses evakuasi menuju jalur pendakian sedang berlangsung.
Operasi SAR dilaksanakan dalam kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang sangat menantang. Cuaca hujan lebat dan kabut tebal membatasi jarak pandang tim SAR, sehingga pergerakan mereka terbatas dan sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, beberapa unit SAR bergerak sesuai dengan pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali, sementara SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian mereka berhasil menyeberang ke titik dua.
Sementara itu, tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi. Selain itu, SRU 3 juga menemukan sejumlah serpihan pesawat yang termasuk bagian rangka dan kursi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar berkomitmen melaksanakan operasi ini secara maksimal, profesional, dan terukur. Mereka meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses evakuasi berjalan lancar.