Dua Jenazah Korban Tragedi Pesawat ATR 42-500 Diterima Posko DVI untuk Identifikasi, Satu di Antara Empat yang Terselamatkan
Posko DVI Polda Sulawesi Selatan tiba satu jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang dibawa mobil ambulans milik Kodam XIV/Hasanuddin untuk diidentifikasi. Jenis kelamin korban tidak diketahui, namun menurut sumber, dua dari korban berjenis kelamin perempuan, yaitu Florencia Lolita dan Esther Aprilita yang bertugas sebagai pramugari.
Dikatakan oleh Dirops Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo bahwa pihaknya melakukan serah terima jasad korban ke Tim DVI Polda Sulsel guna proses identifikasi korban sebelum diserahkan kepada keluarga korban. Menurut Yudhi, dua hari diperlukan untuk mengangkat korban dari jurang kedalaman 500 meter ke puncak, kondisi medan ekstrem yang mempengaruhi proses evakuasi.
Dalam proses identifikasi, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr. A. Nyoman Edy Purnama Sp.FM, mengatakan timnya langsung melakukan pemeriksaan pada jasad korban untuk proses identifikasi. Menurutnya, kecepatan bukan prioritas, yang utama adalah hasil yang tepat.
Dua jenazah diharapkan akan selesai dari proses identifikasi pada hari ini, sedangkan satu jenazah yang berjenis kelamin pria saat ini masih dalam proses evakuasi dari kaki Gunung Bulusaraung.
Posko DVI Polda Sulawesi Selatan tiba satu jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang dibawa mobil ambulans milik Kodam XIV/Hasanuddin untuk diidentifikasi. Jenis kelamin korban tidak diketahui, namun menurut sumber, dua dari korban berjenis kelamin perempuan, yaitu Florencia Lolita dan Esther Aprilita yang bertugas sebagai pramugari.
Dikatakan oleh Dirops Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo bahwa pihaknya melakukan serah terima jasad korban ke Tim DVI Polda Sulsel guna proses identifikasi korban sebelum diserahkan kepada keluarga korban. Menurut Yudhi, dua hari diperlukan untuk mengangkat korban dari jurang kedalaman 500 meter ke puncak, kondisi medan ekstrem yang mempengaruhi proses evakuasi.
Dalam proses identifikasi, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr. A. Nyoman Edy Purnama Sp.FM, mengatakan timnya langsung melakukan pemeriksaan pada jasad korban untuk proses identifikasi. Menurutnya, kecepatan bukan prioritas, yang utama adalah hasil yang tepat.
Dua jenazah diharapkan akan selesai dari proses identifikasi pada hari ini, sedangkan satu jenazah yang berjenis kelamin pria saat ini masih dalam proses evakuasi dari kaki Gunung Bulusaraung.