Di hari ke-12 pencarian, Tim SAR Gabungan mengungkapkan kabar baik, yaitu penemuan satu warga negara asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo. Pencarian yang berlangsung lama akhirnya membawa kebenaran tentang nasib dua WNA asal Spanyol yang hilang selama kapal tersebut mengangkut 11 orang.
Menurut Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, Tim SAR Gabungan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman untuk mencari dua WNA Spanyol lainnya. Pencarian ini telah berlangsung selama 12 hari dan akhirnya memberikan hasil yang positif.
Pada pukul 14.30 WITA, Tim SAR Gabungan menerima laporan dari nelayan setempat terkait penemuan bangkai kapal KM Putri Sakinah. Di dalam bangkai kapal tersebut ditemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada pada koordinat 08Β°36'35,139" Lintang Selatan dan 119Β°40'36,826" Bujur Timur, dengan jarak sekitar 7,48 mil laut dari titik lokasi kapal tenggelam.
Setelah menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 untuk mengevakuasi korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Selanjutnya, korban diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Pencarian ini merupakan langkah penting dalam memberikan kepastian tentang nasib dua WNA asal Spanyol yang hilang selama kapal tersebut mengangkut 11 orang.
Menurut Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, Tim SAR Gabungan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman untuk mencari dua WNA Spanyol lainnya. Pencarian ini telah berlangsung selama 12 hari dan akhirnya memberikan hasil yang positif.
Pada pukul 14.30 WITA, Tim SAR Gabungan menerima laporan dari nelayan setempat terkait penemuan bangkai kapal KM Putri Sakinah. Di dalam bangkai kapal tersebut ditemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada pada koordinat 08Β°36'35,139" Lintang Selatan dan 119Β°40'36,826" Bujur Timur, dengan jarak sekitar 7,48 mil laut dari titik lokasi kapal tenggelam.
Setelah menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 untuk mengevakuasi korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Selanjutnya, korban diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Pencarian ini merupakan langkah penting dalam memberikan kepastian tentang nasib dua WNA asal Spanyol yang hilang selama kapal tersebut mengangkut 11 orang.