Korban Banjir di Aceh Utara Ditemukan Mati, Satu Jasad Ditemukan Setelah 2 Bulan Hilang
Jumat (23/1/2026) lalu, sebuah jasad yang diperkirakan adalah korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban itu diketahui bernama Mawardiah, seorang warga Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Menurut Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Agus Alfian Halomoan Lubis, penemuan tersebut dimulai saat pemilik kebun bernama Asnawi melihat benda menyerupai kaki manusia di area kebunnya. Setelah dilakukan pengecekan secara teliti dan seksama, pemilik kebun memastikan bahwa yang terlihat tersebut benar merupakan kerangka kaki beserta kerangka tubuh manusia.
Asnawi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar. Personel Polsek Tanah Jambo Aye yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan awal. Berdasarkan hasil identifikasi ciri-ciri oleh warga dan pihak keluarga, dipastikan kerangka mayat tersebut merupakan Mawardiah, korban banjir bandang yang hanyut dari Gampong Lhok Reudeup dan ditemukan di wilayah Gampong Biram Rayeuk.
Kerangka mayat Mawardiah langsung dievakuasi oleh personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama warga setempat dan dibawa ke rumah duka. Penemuan korban ini menambah daftar panjang korban bencana hidrometeorologi di Aceh, yaitu 561 jiwa meninggal dunia dan 30 orang masih dinyatakan hilang.
Bencana hidrometeorologi di Aceh juga menyebabkan dampak sosial yang luas. Hingga saat ini, sebanyak 91.703 orang masih mengungsi di 988 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.
Jumat (23/1/2026) lalu, sebuah jasad yang diperkirakan adalah korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban itu diketahui bernama Mawardiah, seorang warga Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Menurut Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Agus Alfian Halomoan Lubis, penemuan tersebut dimulai saat pemilik kebun bernama Asnawi melihat benda menyerupai kaki manusia di area kebunnya. Setelah dilakukan pengecekan secara teliti dan seksama, pemilik kebun memastikan bahwa yang terlihat tersebut benar merupakan kerangka kaki beserta kerangka tubuh manusia.
Asnawi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar. Personel Polsek Tanah Jambo Aye yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan awal. Berdasarkan hasil identifikasi ciri-ciri oleh warga dan pihak keluarga, dipastikan kerangka mayat tersebut merupakan Mawardiah, korban banjir bandang yang hanyut dari Gampong Lhok Reudeup dan ditemukan di wilayah Gampong Biram Rayeuk.
Kerangka mayat Mawardiah langsung dievakuasi oleh personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama warga setempat dan dibawa ke rumah duka. Penemuan korban ini menambah daftar panjang korban bencana hidrometeorologi di Aceh, yaitu 561 jiwa meninggal dunia dan 30 orang masih dinyatakan hilang.
Bencana hidrometeorologi di Aceh juga menyebabkan dampak sosial yang luas. Hingga saat ini, sebanyak 91.703 orang masih mengungsi di 988 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.