Korban Banjir Aceh Utara Ditemukan Mati Dalam 2 Bulan Hilang
Satu jasad korban banjir di Kabupaten Aceh Utara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah lama hilang. Mewardiah (18) yang merupakan korban banjir bandang tersebut sebelumnya dilaporkan tidak berada di wilayah Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Penemuan kerangka kaki mayat ini sempat membuat warga Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, kejut pada Kamis (22/1/2026).
Mawardiah merupakan salah satu korban banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 lalu. Penemuan bermula ketika pemilik kebun bernama Asnawi melihat benda menyerupai kaki manusia di area kebunnya.
Setelah dilakukan pengecekan, Asnawi memastikan bahwa yang terlihat tersebut benar merupakan kerangka kaki beserta kerangka tubuh manusia. Kemudian, asal-usul benda tersebut dikonfirmasi oleh warga dan keluarga korban, sehingga diperoleh identitasnya.
Kerangka mayat langsung dievakuasi oleh personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama warga setempat dan dibawa ke rumah duka. Penemuan ini menambah daftar panjang korban bencana hidrometeorologi di Aceh. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 561 jiwa, sementara 30 orang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, dampak sosial dari bencana tersebut juga sangat luas, karena sebanyak 91.703 orang masih mengungsi di 988 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.
Satu jasad korban banjir di Kabupaten Aceh Utara ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah lama hilang. Mewardiah (18) yang merupakan korban banjir bandang tersebut sebelumnya dilaporkan tidak berada di wilayah Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Penemuan kerangka kaki mayat ini sempat membuat warga Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye, kejut pada Kamis (22/1/2026).
Mawardiah merupakan salah satu korban banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 lalu. Penemuan bermula ketika pemilik kebun bernama Asnawi melihat benda menyerupai kaki manusia di area kebunnya.
Setelah dilakukan pengecekan, Asnawi memastikan bahwa yang terlihat tersebut benar merupakan kerangka kaki beserta kerangka tubuh manusia. Kemudian, asal-usul benda tersebut dikonfirmasi oleh warga dan keluarga korban, sehingga diperoleh identitasnya.
Kerangka mayat langsung dievakuasi oleh personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama warga setempat dan dibawa ke rumah duka. Penemuan ini menambah daftar panjang korban bencana hidrometeorologi di Aceh. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 561 jiwa, sementara 30 orang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, dampak sosial dari bencana tersebut juga sangat luas, karena sebanyak 91.703 orang masih mengungsi di 988 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.