Pemulangan ABK WNI dari Pembajakan Kapal di Somalia Sudah Terjadi, Lima Orang Masih Ada.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan satu orang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal Liao Dong Yu berbendera Cina di Somalia berhasil dipulangkan.
Ternyata, proses pemulangan yang berlangsung selama ini telah berhasil diselenggarakan oleh Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa pemulangan ABK itu terjadi setelah penanganan yang dilakukan oleh KBRI Nairobi.
Pemulangan WNI itu berhasil dilakukan pada 15 Januari lalu dan sampai saat ini, statusnya masih dikonfirmasikan oleh Kemlu.
Saat ini, masih ada lima orang ABK WNI yang terjebak di atas kapal tersebut. Yvonne mengatakan bahwa KBRI Nairobi sedang berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan negosiasi dengan para pembajak dan tidak mengungkapkan alasan lanjutnya.
Negosiasi yang dilakukan oleh KBRI Nairobi, kata Yvonne, bertujuan untuk memastikan kondisi ABK atau WNI dalam keadaan aman dan sehat.
Selain itu, Kemlu juga berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap sensitivitas insiden pembajakan tersebut dan proses negosiasi pemulangan ABK WNI yang terjebak bisa berjalan dengan lancar.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan satu orang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal Liao Dong Yu berbendera Cina di Somalia berhasil dipulangkan.
Ternyata, proses pemulangan yang berlangsung selama ini telah berhasil diselenggarakan oleh Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI (PWNI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa pemulangan ABK itu terjadi setelah penanganan yang dilakukan oleh KBRI Nairobi.
Pemulangan WNI itu berhasil dilakukan pada 15 Januari lalu dan sampai saat ini, statusnya masih dikonfirmasikan oleh Kemlu.
Saat ini, masih ada lima orang ABK WNI yang terjebak di atas kapal tersebut. Yvonne mengatakan bahwa KBRI Nairobi sedang berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan negosiasi dengan para pembajak dan tidak mengungkapkan alasan lanjutnya.
Negosiasi yang dilakukan oleh KBRI Nairobi, kata Yvonne, bertujuan untuk memastikan kondisi ABK atau WNI dalam keadaan aman dan sehat.
Selain itu, Kemlu juga berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap sensitivitas insiden pembajakan tersebut dan proses negosiasi pemulangan ABK WNI yang terjebak bisa berjalan dengan lancar.