Yusril: Pilkada Langsung Maupun DPRD Sama-Sama Konstitusional

Pemilihan kepala daerah, apakah melalui langsung atau tidak, tetap konstitusional. Menurut Yusril Ihza Mahendra, menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, hakim, dan penasihat keadilan, Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa kepala daerah dipilih secara demokratis.

Yusril menjelaskan di keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026), bahwa pilihan pemimpin daerah itu tidak diatur secara eksplisit dalam UUD 1945, namun hanya disyaratkan adanya demokrasi. Maka, dari perspektif hukum, konstitusionalitasnya sama baik jika dipilih langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD.

Menurut Yusril, pemilihan kepala daerah secara langsung dapat menjadi alternatif yang lebih baik untuk Pilkada. Dengan demikian, biaya politik yang tinggi dalam Pilkada langsung tidak akan menjadi masalah bagi suatu daerah karena sumber uang tersebut hanya berasal dari dana yang sudah dimiliki oleh masyarakat tersebut sendiri.

Namun, Yusril juga menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah melalui langsung memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah praktik politik uang dalam Pilkada yang dapat menghambat proses demokrasi.
 
Wahhh, sepertinya ada yang bikin kita kaget banget kan? Pilih kepala daerah langsung atau tidak, apa yang penting itu konstitusional, kan? Saya pikir pilihan itu bagus sekali, karena biaya politik tidak akan menjadi masalah lagi. Kalau bisa semakin mengurangi praktik korupsi dan memperkuat demokrasi di daerah, itu semua tergolong baik banget! Tapi, siapa tahu ada kelemahan juga yang perlu dipertimbangkan.
 
Gampang kayaknya kalau pemilihan kepala daerah dilakukan langsung oleh rakyat, biaya politik tidak akan menjadi masalah, kan? ๐Ÿค” tapi gak bisa dipastikan juga kalau praktik politik uang tidak muncul, aku pikir lebih baik menggunakan sistem yang sudah ada dan jangan buat hal baru yang bikin acuh2.
 
Pilihin langsung aja gue rasa lebih baik, biaya politik yang tinggi memang bikin mahal banget nih ๐Ÿค‘. Tapi kalau praktik politik uang yang banyak nggak ada jadi, itu juga masalah ya ๐Ÿ˜”. Bayangkan jika semua daerah dipilih langsung, kayaknya semuanya menjadi sesuatu yang jujur dan transparan... tapi siapa tahu, bisa jadi masih ada cara lain untuk menghindari praktik uang ๐Ÿค”.
 
Gue rasa kalau pilihan kepala daerah langsung bisa jadi lebih baik, tapi juga perlu diawasi biar tidak ada praktik korupsi ya. Gue ingat lama ini gue baca tentang Pilkada langsung yang terjadi di beberapa kota, itu sebenarnya makin mudah bagi rakyat akses info dan memilih calon kepala daerahnya. tapi juga bisa jadi biar rakyat tidak terjebak dalam praktik korupsi yang terus menerus di dalam Pilkada biasanya.
 
Oiaa ๐Ÿค”, aku pikir kalau pilih kepala daerah secara langsung itu kayaknya lebih baik banget! Gak perlu banyak biaya dan bisa langsung mendapatkan wawasan dari rakyat tentang apa yang diinginkan mereka. Tapi, aku juga paham kenapa Yusril bilang ada kelemahan, seperti praktik politik uang itu bisa bikin proses demokrasi terganggu ๐Ÿค•. Tapi, aku pikir itu bisa ditangani dengan membuat aturan yang lebih transparan dan jujur. Siap-siap pilihan kepala daerah 2026! ๐Ÿ’ฅ
 
Pilih kepala daerah langsung aja, lebih baik kan? Tapi apa lagi biaya yang tinggi sih, itu sumber uang dari masyarakat sendiri aja. Jadi tidak perlu bawa modal yang besar seperti sekarang. Dan kalau sudah langsung pilihan, bisa langsung bikin keputusan aja tanpa harus lama-lama ngobrol di DPRD. Tapi, aku juga pernah dengerin ada praktik politik uang sih, jadi mungkin perlu ada aturan tambahan agar tidak terjadi hal itu ๐Ÿ˜‚.
 
Pilih kepala daerah langsung atau tidak, aku pikir itu masalah besar kualitas pemimpin. Jika kita punya pilihan langsung, masyarakat akan lebih bebas memilih siapa yang menjadi pemimpin mereka. Tapi aku juga ragu, apakah ini bisa mengurangi praktik politik uang? Ada baiknya ada aturan yang jelas untuk melindungi hak rakyat dari penindaran suara oleh suku mayoritas. Dan biaya yang tinggi dalam Pilkada langsung itu, mungkin akan menjadi masalah besar bagi daerah kecil atau pendapatan rendah. Kita harus membuat aturan yang adil dan berimbang untuk semua pemimpin daerah ๐Ÿค”
 
Pilih kepala daerah langsung aja, kan lebih efisien banget! Tidak perlu banyak biaya untuk konvensi dan transportasi. Sumber dana juga dari masyarakat sendiri, makin jelas siapa yang harus bertanggung jawab. Tapi, praktik politik uang, itu salah satu masalah yang pasti ada... harus jaga agar tidak terlalu 'beruntung' si calon, aja ๐Ÿค”
 
๐Ÿค” Masuk akal kan kalau pilih langsung oleh rakyat, tapi juga harus nanti siapa yang ngerasa bisa ngelolanya daerahnya? ๐Ÿ™ƒ Kalau pilih melalui DPRD kayak biasa-biasanya biar tidak ada praktik politik uang dan semuanya lebih transparan. Tapi kalau dipikirkan lagi, kalau rakyat langsung punya kekuasaan yang sebenarnya siapa yang ngerasa harus bertanggung jawab? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Aku pikir kalau ada aturan baru tentang pilihan kepala daerah, aku rasa lebih baik jika melalui langsung aja. Jadi orang bisa langsung memberikan kepercayaan pada siapa-siapa yang ingin jadi kader mereka tanpa harus melewati banyak proses. Tapi, aku juga pengertian kalau ada praktik politik uang yang muncul di Pilkada langsung. Maka dari itu, aku rasa perlu ada aturan yang lebih ketat untuk menghindari hal ini. Dan aku pikir bisa banget jika dana yang digunakan untuk Pilkada langsung berasal dari donasi masyarakat sendiri, jadi tidak ada yang terjebak dalam praktik politik uang. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Gue sengaja nonton video di YouTube kemarin dan lihat informasi tentang pemilihan kepala daerah. Gue pikir kalau ini sama dengan masa lalu gue, ya! Semua ini masih tentang demokrasi dan hak rakyat, tapi sih gue merasa tidak yakin kalau ini benar-benar transparan. Misalnya di kota gue asal, ada beberapa pejabat yang terus jadi pejabat setelah sukses dalam Pilkada... apa sih kelebihannya? Gue pikir kalau harus melalui langsung lebih baik lagi, tapi sih gue khawatir tentang praktik politik uang. Nah, itu yang bikin gue penasaran, apakah ini benar-benar demokrasi atau hanya sekedar cara untuk tetap di kuasa? ๐Ÿ˜
 
๐Ÿ˜Š aku pikir konsep ini agak konsisten, kan? Kalau benar-benar menurut Pasal 18 UUD 1945, kepala daerah dipilih secara demokratis, tapi tidak ada aturan spesifik tentang cara itu. ๐Ÿค”

Mungkin kalau langsung dipes Yuk, biaya politik jadi lebih murah ya? ๐Ÿค‘ Tapi, aku juga khawatir dengan praktik uang dalam Pilkada yang bisa menghambat proses demokrasi... ๐Ÿšซ

Aku bayak-bayakan nih, bagaimana caranya melalui langsung tapi tidak ada praktik uang? ๐Ÿค” Sepertinya perlu diskusi lebih lanjut tentang hal ini. ๐Ÿ’ฌ

Aku tulis diagramnya disini:
```
+---------------+
| Pemilihan |
| Kepala Daerah|
+---------------+
|
| langsung
v
+---------------+---------------+
| Biaya Politik | Praktik Uang |
+---------------+---------------+
```
Aku ingin melihat apakah ada solusi yang lebih baik dari ini... ๐Ÿค”
 
Saya pikir ini terlalu parah banget! Pilih kepala daerah secara langsung? Sapa-sipah yang mau dipilih ke kepala daerah? ๐Ÿคฏ Kita gak bisa ngatur siapa yang mau dijadikan kepala daerah, apalagi kalau ada uang yang ikut bermain. Tapi, saya paham apa yang dibicarakan Yusril, tapi aku pikir ini masalahnya lebih kompleks banget...
 
Pokoknya biar gak terjadi ketergantungan pada parlemen ya, kalau langsung dipilih bisa nggak menurut masalah dana politik yang ribet banget. Tapi sih ada kelemahan di balik itu, kayaknya biar jangan salah kesimpulan nanti.
 
Pernah aku pikir, kalau diatur dengan cara ini, pemilu kepala daerah jadi lebih mudah dan transparan, tapi siapa tahu hasilnya gak jelas... di mana aja uang itu berasal? aku pikir biaya politik yang tinggi itu sebenarnya bukan masalah karena masyarakat juga harus terlibat dalam hal ini, tapi sih ada praktik politik uang yang bikin proses demokrasi terganggu... dan masih banyak lagi kontroversi yang bisa timbul, gimana caranya nih masyarakat bisa lebih waspada dan tidak jatuh ke dalam praktik tersebut? ๐Ÿ˜๐Ÿ‘€
 
Aku pikir pilih langsung gak perlu, kan bisa bikin biaya politik yang mahal dan praktek uang yang banyak? Mungkin harusnya ada batasan nih, seperti waktu pemilihan atau sumber dana yang hanya dari masyarakat sendiri... tapi nggak perlu semua. Yang penting adalah daerah itu bisa mendapatkan pemerintahan yang baik dan transparan. Pilih langsung bisa jadi solusi, tapi juga harus diimbangi dengan hal-hal lain.
 
Pemilihan kepala daerah langsung atau tidak, itu masalah besar banget! ๐Ÿค” Sama-sama konstitusional, tapi gimana caranya memilih kepala daerah yang tepat? Kalau langsung oleh rakyat, mungkin bisa menghindari praktik politi uang yang bikin korupsi. Tapi, bagaimana cara rakyat bisa memilih yang benar? Mereka tidak semua punya informasi yang sama tentang calon wakil daerah. Jadi, mungkin lebih baik melalui DPRD, tapi gimana caranya DPRD bisa memilih yang tepat? Jangan hanya karena biaya politik yang rendah, tapi karena mereka benar-benar bisa memberikan manfaat bagi daerah tersebut. Kita harus lebih teliti dalam memilih kepala daerah, bukan hanya sekedar menunggu hasil Pilkadalan. ๐Ÿ˜Š
 
Pemilu kepala daerah di Indonesia ini, aku rasa masih punya beberapa kesalahan. Jika kita harus dipilih secara langsung oleh masyarakat, maka pasti ada orang yang tidak mau dipilih karena alasan apa pun. Dan itu akan membuat pemimpin daerah menjadi tidak representatif dari masyarakatnya. Aku pikir biaya politik yang tinggi bukanlah masalah, tapi bagaimana cara mengelola dana tersebut yang penting.

Dan praktik politik uang yang ada di Pilkada langsung ini, aku rasa masih sama saja seperti Pilkadagras atau Pemilu umum. Jangan lupa, itu semua hanya untuk memenangkan perhatian orang banyak dan mendapatkan kekuasaan. Tapi, apa yang penting adalah bagaimana pemerintah daerah tersebut bisa memberikan layanan yang baik kepada masyarakatnya.
 
Hmm, ini nggak serius kan? Mereka masih ingin kita pilih kepala daerah secara langsung aja, tapi nggak peduli tentang praktik korupsi di balik layar. Yusril bilang biaya politik tinggi tidak akan masalah, tapi gimana kalau suatu daerah itu sudah terjebak dalam kemiskinan? Mereka akan dipilih secara langsung aja, tapi nggak ada jaminan bahwa kepala daerah yang dipilih itu benar-benar peduli dengan kebutuhan rakyatnya. Saya penasaran siapa yang nanti akan bertanggung jawab kalau hasil Pilkada itu tidak sesuai harapan masyarakat? ๐Ÿค”๐Ÿ‘€
 
kembali
Top