Korupsi di Tiongkok: Bagaimana Xi Jinping Mengancam Kekuasaannya Sendiri?
Tiongkok kini sedang menghadapi upaya pembersihan elite militer yang paling dramatis sejak presiden Xi Jinping berkuasa. Jenderal Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran berat disiplin dan hukum. Ini menjadi eskalasi paling mengejutkan dalam kampanye panjang Xi untuk merombak pucuk pimpinan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Gelombang pembersihan ini mulai dari langkah-langkah kecil, seperti penghilangan beberapa pejabat tinggi militer dan perwira, hingga mengancam kekuasaan Xi sendiri. Sementara itu, Jenderal Liu Zhenli, anggota CMC dan kepala Departemen Staf Gabungan PLA, juga ikut diselidiki.
Pembersihan ini dianggap sangat mengejutkan karena Zhang Youxia dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Xi yang telah dikenalnya selama puluhan tahun. Namun, langkah ini dapat memberikan jeda bagi Xi untuk membangun kembali struktur komando militer dari nol dan menyiapkan generasi perwira baru yang ia anggap bersih dan loyal.
Analisis dari Christopher K. Johnson, mantan analis CIA, mengatakan bahwa pembersihan ini merupakan penghancuran total komando tinggi. Ia juga menilai bahwa Xi Jinping tampaknya telah menyimpulkan bahwa masalah di tubuh militer terlalu dalam untuk diselesaikan oleh elite lama.
Sementara itu, Su Tzu-yun, pakar PLA dari Institute for National Defense and Security Research di Taipei, mengatakan bahwa pembersihan ini dapat memberikan dampak serius terhadap kesiapan operasional. Ia juga menilai bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli merupakan dua komandan tertinggi yang bertanggung jawab atas tugas-tugas operasional praktis.
Namun, analisis dari Neil Thomas dari Asia Society mengatakan bahwa pembersihan besar-besaran justru dapat melemahkan kesiapan tempur. Ia juga menilai bahwa Xi Jinping dihadapkan pada dilema yang sangat sulit dalam membangun kembali struktur komando militer dari nol.
Dalam jangka panjang, pembersihan ini dapat membantu PLA menjadi lebih bersih, lebih loyal, dan lebih efektif. Namun, dalam jangka pendek, para analis menilai bahwa pembersihan besar-besaran dapat melemahkan kesiapan tempur.
Tiongkok kini sedang menghadapi upaya pembersihan elite militer yang paling dramatis sejak presiden Xi Jinping berkuasa. Jenderal Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran berat disiplin dan hukum. Ini menjadi eskalasi paling mengejutkan dalam kampanye panjang Xi untuk merombak pucuk pimpinan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Gelombang pembersihan ini mulai dari langkah-langkah kecil, seperti penghilangan beberapa pejabat tinggi militer dan perwira, hingga mengancam kekuasaan Xi sendiri. Sementara itu, Jenderal Liu Zhenli, anggota CMC dan kepala Departemen Staf Gabungan PLA, juga ikut diselidiki.
Pembersihan ini dianggap sangat mengejutkan karena Zhang Youxia dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Xi yang telah dikenalnya selama puluhan tahun. Namun, langkah ini dapat memberikan jeda bagi Xi untuk membangun kembali struktur komando militer dari nol dan menyiapkan generasi perwira baru yang ia anggap bersih dan loyal.
Analisis dari Christopher K. Johnson, mantan analis CIA, mengatakan bahwa pembersihan ini merupakan penghancuran total komando tinggi. Ia juga menilai bahwa Xi Jinping tampaknya telah menyimpulkan bahwa masalah di tubuh militer terlalu dalam untuk diselesaikan oleh elite lama.
Sementara itu, Su Tzu-yun, pakar PLA dari Institute for National Defense and Security Research di Taipei, mengatakan bahwa pembersihan ini dapat memberikan dampak serius terhadap kesiapan operasional. Ia juga menilai bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli merupakan dua komandan tertinggi yang bertanggung jawab atas tugas-tugas operasional praktis.
Namun, analisis dari Neil Thomas dari Asia Society mengatakan bahwa pembersihan besar-besaran justru dapat melemahkan kesiapan tempur. Ia juga menilai bahwa Xi Jinping dihadapkan pada dilema yang sangat sulit dalam membangun kembali struktur komando militer dari nol.
Dalam jangka panjang, pembersihan ini dapat membantu PLA menjadi lebih bersih, lebih loyal, dan lebih efektif. Namun, dalam jangka pendek, para analis menilai bahwa pembersihan besar-besaran dapat melemahkan kesiapan tempur.