Pemerintah Indonesia terus berupaya mengembangkan industri baterai kendaraan listrik (EV) di negeri. MIND ID, pemegang saham Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID, melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yakni PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Tujuan dari kerja sama ini adalah meningkatkan nilai tambah berkelanjutan di dalam negeri dengan merealisasikan investasi strategis hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang. MIND ID ingin menjadi ujung tombak dalam pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi.
Proyek yang dibangun di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, terdiri atas 2 fasilitas utama yaitu Module & Pack (MP) Plant dan Cell Plant. Fasilitas inti berupa rangkaian mesin yang bekerja dalam sistem otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik.
Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara yang besar menjadi motor bagi pembangunan peradaban masa depan.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak hilirisasi. Sedangkan Direktur Utama PT IBI Aditya Farhan Arif menegaskan komitmen PT IBI dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional agar tumbuh secara terintegrasi dan berdaya saing global.
Dalam proyek ini, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan. Tujuan dari MoU adalah meningkatkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dengan mempersiapkan peluncuran komersial atas seluruh rantai nilai baterai hulu hingga hilir yang terintegrasi di Indonesia pada tahun 2028.
Dalam beberapa bulan terakhir, proyek ini telah berlangsung dengan cepat. Pada Juni 2025, Groundbreaking Ceremony dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan pembangunan Module & Pack (MP) Plant selesai pada Januari 2026.
Tujuan dari kerja sama ini adalah meningkatkan nilai tambah berkelanjutan di dalam negeri dengan merealisasikan investasi strategis hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang. MIND ID ingin menjadi ujung tombak dalam pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi.
Proyek yang dibangun di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, terdiri atas 2 fasilitas utama yaitu Module & Pack (MP) Plant dan Cell Plant. Fasilitas inti berupa rangkaian mesin yang bekerja dalam sistem otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik.
Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara yang besar menjadi motor bagi pembangunan peradaban masa depan.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak hilirisasi. Sedangkan Direktur Utama PT IBI Aditya Farhan Arif menegaskan komitmen PT IBI dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional agar tumbuh secara terintegrasi dan berdaya saing global.
Dalam proyek ini, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan. Tujuan dari MoU adalah meningkatkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dengan mempersiapkan peluncuran komersial atas seluruh rantai nilai baterai hulu hingga hilir yang terintegrasi di Indonesia pada tahun 2028.
Dalam beberapa bulan terakhir, proyek ini telah berlangsung dengan cepat. Pada Juni 2025, Groundbreaking Ceremony dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan pembangunan Module & Pack (MP) Plant selesai pada Januari 2026.