Puluhan Rumah Terendam Banjir di Padang, Warga Akui 20 Tahun Belum Pernah Banjir
Air banjir melanda kawasan Atlas, Ulak Karang Utara, Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat lalu. Ratusan rumah warga terendam air hingga memaksa puluhan orang mengungsi dari tempat tinggal masing-masing.
Menurut warga Jl Atlas Padrial, air mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 00.10 malam dan debitnya semakin meningkat hingga pukul 02.00 WIB. "Kondisi genangan air di dalam rumah saya terus naik hingga mencapai ketinggian sekitar lima puluh centimeter," kata warga tersebut.
Warga lainnya, Sugeng, juga mengungsi bersama keluarganya ke Masjid Taufiq. Menurutnya, bencana alam yang terjadi pada tahun ini tergolong parah dan tidak pernah terjadi sejak dua puluh tahun terakhir di daerah tersebut.
"Sejak dua puluh tahun rumah saya tidak pernah digenangi banjir, baru kali ini yang sampai masuk ke rumah meskipun tidak tinggi," ujar Sugeng. Warga lainnya berharap ada bantuan di tempat pengungsian, seperti selimut, pakaian, minuman, dan makanan.
Pengungsi di Masjid Taufiq tampak didominasi oleh anak-anak, perempuan, serta beberapa orang lanjut usia. Mereka berharap ada bantuan yang datang. "Tadi saat mengungsi tidak ada barang yang bisa diselamatkan sehingga terendam oleh banjir, semoga nanti ada bantuan yang datang," kata warga lainnya.
Bencana banjir di Padang ini meneguhkan kekhawatiran masyarakat tentang dampak aklimatisasi dan perubahan iklim.
Air banjir melanda kawasan Atlas, Ulak Karang Utara, Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat lalu. Ratusan rumah warga terendam air hingga memaksa puluhan orang mengungsi dari tempat tinggal masing-masing.
Menurut warga Jl Atlas Padrial, air mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 00.10 malam dan debitnya semakin meningkat hingga pukul 02.00 WIB. "Kondisi genangan air di dalam rumah saya terus naik hingga mencapai ketinggian sekitar lima puluh centimeter," kata warga tersebut.
Warga lainnya, Sugeng, juga mengungsi bersama keluarganya ke Masjid Taufiq. Menurutnya, bencana alam yang terjadi pada tahun ini tergolong parah dan tidak pernah terjadi sejak dua puluh tahun terakhir di daerah tersebut.
"Sejak dua puluh tahun rumah saya tidak pernah digenangi banjir, baru kali ini yang sampai masuk ke rumah meskipun tidak tinggi," ujar Sugeng. Warga lainnya berharap ada bantuan di tempat pengungsian, seperti selimut, pakaian, minuman, dan makanan.
Pengungsi di Masjid Taufiq tampak didominasi oleh anak-anak, perempuan, serta beberapa orang lanjut usia. Mereka berharap ada bantuan yang datang. "Tadi saat mengungsi tidak ada barang yang bisa diselamatkan sehingga terendam oleh banjir, semoga nanti ada bantuan yang datang," kata warga lainnya.
Bencana banjir di Padang ini meneguhkan kekhawatiran masyarakat tentang dampak aklimatisasi dan perubahan iklim.