Warga Malaysia Teriak Untuk Bergabung Dengan Indonesia, Janji Setia Cinta Tanah Air
Pada masa perjuangan kemerdekaan, warga Malaysia pun telah menyatakan minat bergabung dengan Indonesia di bawah satu pemerintahan. Pada saat itu, negara-negara Asia Tenggara sedang dalam perjuangan melawan penjajahan Jepang.
Pernahkah kalian tahu bahwa ide Negara Indonesia Raya yang mencakup Indonesia, Malaya, Singapura, Brunei, dan Kalimantan Utara lahir dari kolaborasi tokoh lokal dengan Jepang? Pada saat itu, tiga tokoh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat, dipanggil ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Rencana tersebut memenuhi janji militer Jepang.
Namun, rencana penyatuan Indonesia-Raya kandas ketika Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Situasi itu mendorong golongan muda di Jakarta mendesak proklamasi kemerdekaan segera dilakukan. Setelah drama Rengasdengklok, Indonesia akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945.
Mereka yang berdarah Melayu memang ingin setia menciptakan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka. Namun, gagasan tersebut tidak mendapat persetujuan penuh. Ibrahim Yaacob, pemimpin Kesatuan Melayu Muda (KMM), harus mengubah arah perjuangannya.
Sekarang, warga Malaysia pun teriak untuk bergabung dengan Indonesia di bawah satu pemerintahan. Pernahkan kalian tahu, apakah Janji Setia Cinta Tanah Air masih menjadi harapan bagi mereka?
Pada masa perjuangan kemerdekaan, warga Malaysia pun telah menyatakan minat bergabung dengan Indonesia di bawah satu pemerintahan. Pada saat itu, negara-negara Asia Tenggara sedang dalam perjuangan melawan penjajahan Jepang.
Pernahkah kalian tahu bahwa ide Negara Indonesia Raya yang mencakup Indonesia, Malaya, Singapura, Brunei, dan Kalimantan Utara lahir dari kolaborasi tokoh lokal dengan Jepang? Pada saat itu, tiga tokoh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat, dipanggil ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Rencana tersebut memenuhi janji militer Jepang.
Namun, rencana penyatuan Indonesia-Raya kandas ketika Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Situasi itu mendorong golongan muda di Jakarta mendesak proklamasi kemerdekaan segera dilakukan. Setelah drama Rengasdengklok, Indonesia akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945.
Mereka yang berdarah Melayu memang ingin setia menciptakan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka. Namun, gagasan tersebut tidak mendapat persetujuan penuh. Ibrahim Yaacob, pemimpin Kesatuan Melayu Muda (KMM), harus mengubah arah perjuangannya.
Sekarang, warga Malaysia pun teriak untuk bergabung dengan Indonesia di bawah satu pemerintahan. Pernahkan kalian tahu, apakah Janji Setia Cinta Tanah Air masih menjadi harapan bagi mereka?