Bentrokan Desa Longgar dan Apara Maluku Bikin Dua Orang Tewas, Enam Luka-luka
Dua orang tewas dan enam lainnya terluka akibat pertempuran di dua desa di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (2/1) pagi. Pertempuran itu memicu kerusuhan karena perbedaan pendapat tentang lahan yang dimiliki.
Laporan dari CNN Indonesia mengatakan bahwa Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun mendatangi rumah Tony Rainuni di Desa Apara untuk membeli minuman keras, tetapi diganggu oleh sepuluh orang pemuda dari Desa Apara. Mereka kemudian dipukul dan berlarian ke arah Desa Longgar.
Pertempuran tersebut pecah ketika warga Desa Apara kembali menyerang warga Desa Longgar di lapangan Bola SMA Negeri 8. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengatakan bahwa situasi sudah berangsur membaik setelah dikerahkan personel ke lokasi.
"Kami meminta warga yang bertikai untuk menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menahan diri dari isu-isu yang memecah belah persaudaraan," kata Timotius Kaidel melalui keterangan tertulis.
Pihak pemerintah telah mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dari kedua desa untuk mengimbau warga agar menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persaudaraan di Maluku.
Dua orang tewas dan enam lainnya terluka akibat pertempuran di dua desa di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (2/1) pagi. Pertempuran itu memicu kerusuhan karena perbedaan pendapat tentang lahan yang dimiliki.
Laporan dari CNN Indonesia mengatakan bahwa Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun mendatangi rumah Tony Rainuni di Desa Apara untuk membeli minuman keras, tetapi diganggu oleh sepuluh orang pemuda dari Desa Apara. Mereka kemudian dipukul dan berlarian ke arah Desa Longgar.
Pertempuran tersebut pecah ketika warga Desa Apara kembali menyerang warga Desa Longgar di lapangan Bola SMA Negeri 8. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, mengatakan bahwa situasi sudah berangsur membaik setelah dikerahkan personel ke lokasi.
"Kami meminta warga yang bertikai untuk menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menahan diri dari isu-isu yang memecah belah persaudaraan," kata Timotius Kaidel melalui keterangan tertulis.
Pihak pemerintah telah mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dari kedua desa untuk mengimbau warga agar menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persaudaraan di Maluku.