Pasar Maninjau, Agam - Warga aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami ketakutan banjir bandang susulan setiap kali hujan. Malah, mereka tidak punya pilihan lain selain mengungsi ke tempat-tempat lain.
"Kami tak bisa tidur malam-malam karena terus muncul bunyi gemuruh dari hulu dan tanah longsor," kata salah seorang warga yang ingin dirinya tidak dikenal. Wita mengutip Antara Minggu ini.
Saat ini, warga yang sebelumnya hanya 25 kepala keluarga telah meningkat menjadi 44 kepala keluarga. Sedangkan jumlah ratusan orang di musala tempat mereka mengungsi sudah mencapai ratusan.
"Rumah kami dekat aliran sungai, sehingga kami harus turun ke musala karena terlalu berisiko," kata Wita.
Berdasarkan pernyataannya, Bupati Agam Benni Warlis menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan lokasi untuk mencari solusi pengendalian air. Pihaknya juga mengharapkan Pemprov Sumbar dan BWS V melakukan peninjauan lokasi guna mencari solusi pengendalian air agar material tidak turun ke bawah yang bisa berdampak pada rumah warga.
"Kami ingin mengetahui dasar ilmu untuk penanganan yang ada di hulu sungai," katanya.
Pihaknya juga menginginkan pemerintah daerah dan pusat melakukan langkah konkret untuk mencari solusi agar banjir bandang susulan tidak terulang lagi.
"Kami tak bisa tidur malam-malam karena terus muncul bunyi gemuruh dari hulu dan tanah longsor," kata salah seorang warga yang ingin dirinya tidak dikenal. Wita mengutip Antara Minggu ini.
Saat ini, warga yang sebelumnya hanya 25 kepala keluarga telah meningkat menjadi 44 kepala keluarga. Sedangkan jumlah ratusan orang di musala tempat mereka mengungsi sudah mencapai ratusan.
"Rumah kami dekat aliran sungai, sehingga kami harus turun ke musala karena terlalu berisiko," kata Wita.
Berdasarkan pernyataannya, Bupati Agam Benni Warlis menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan lokasi untuk mencari solusi pengendalian air. Pihaknya juga mengharapkan Pemprov Sumbar dan BWS V melakukan peninjauan lokasi guna mencari solusi pengendalian air agar material tidak turun ke bawah yang bisa berdampak pada rumah warga.
"Kami ingin mengetahui dasar ilmu untuk penanganan yang ada di hulu sungai," katanya.
Pihaknya juga menginginkan pemerintah daerah dan pusat melakukan langkah konkret untuk mencari solusi agar banjir bandang susulan tidak terulang lagi.