Pemerintah harus siap menghadapi kemarau panjang pada 2027 yang bisa memicu serangan karhutla. Wamenhut Rohmat Marzuki mengatakan, fenomena El Nino yang terjadi setiap empat tahun ini sudah menjadi bukti bahwa pemerintah harus mengantisipasi dan siap.
Pada tahun 2015, siklus El Nino memicu kebakaran hutan sebesar 2,6 juta hektare. Pada 2019 dan 2023, jumlah tersebut turun menjadi 1,6 juta dan 1,16 juta hektare, namun Rohmat masih berharap tidak akan ada serangan karhutla yang berkepanjangan seperti itu.
"Wamenhut sudah memastikan koordinasi dengan KemenPU, Pemda, serta Kementerian PU dan Pertanian untuk mengantisipasi kemarau panjang pada 2027. Kami juga akan menentukan sumber air dengan lebih baik untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," kata Rohmat.
Ia juga memastikan bahwa daerah yang rawan karhutla akan diperhatikan dengan lebih serius. "Kami akan mengantisipasi sumber-sumber air di lokasi-lokasi tersebut untuk mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.
Pemerintah harus siap menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang berkepanjangan, terutama pada tahun 2027.
Pada tahun 2015, siklus El Nino memicu kebakaran hutan sebesar 2,6 juta hektare. Pada 2019 dan 2023, jumlah tersebut turun menjadi 1,6 juta dan 1,16 juta hektare, namun Rohmat masih berharap tidak akan ada serangan karhutla yang berkepanjangan seperti itu.
"Wamenhut sudah memastikan koordinasi dengan KemenPU, Pemda, serta Kementerian PU dan Pertanian untuk mengantisipasi kemarau panjang pada 2027. Kami juga akan menentukan sumber air dengan lebih baik untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," kata Rohmat.
Ia juga memastikan bahwa daerah yang rawan karhutla akan diperhatikan dengan lebih serius. "Kami akan mengantisipasi sumber-sumber air di lokasi-lokasi tersebut untuk mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.
Pemerintah harus siap menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang berkepanjangan, terutama pada tahun 2027.