Wamenhaj: Haji 2026 Fokus Lindungi Perempuan dan Lansia

Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya penyelenggaraan haji yang berkeadilan dan berempati, khususnya bagi perempuan dan lansia. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan seluruh petugas haji untuk melindungi perempuan dan lansia dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Pesan luhur dari Rasulullah SAW tentang kepedulian terhadap perempuan kembali menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan dan layanan haji. Wamenhaj berharap petugas haji tidak hanya memahami tugas secara teknis, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Haji Wada sebagai ruh pelayanan kepada jemaah.

Data jemaah haji Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, sementara sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia. Oleh karena itu, pemerintah berharap kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.

Wamenhaj juga mengungkapkan bahwa komposisi petugas haji pada 2026 mencerminkan keberpihakan itu, dengan 33 persen petugas haji adalah perempuan. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah perhajian Indonesia.
 
Pernahkah kamu bayangin kalau di masa depan, pemerintah ini akan makin berkeadilan lagi? Mencerminkan nilai-nilai Ruh Pelayanan Haji Wada itu benar-benar penting. Saya pikir kalau di 2026, haji bukan hanya tentang ibadah aja, tapi juga tentang bagaimana kita bisa membuat jemaah lebih nyaman dan terlindungi. Mereka bilang 33 persen petugas haji perempuan, itu benar-benar luar biasa! Kamu tahu kalau di masa sekarang masih banyak lansia yang tidak bisa melakukan haji karena alasan apa aja. Saya harap pemerintah bisa membuat hal tersebut lebih mudah. 😊🙏
 
aku pikir ini luar biasa kan? pemerintah Indonesia akhirnya mengakui pentingnya perlindungan perempuan dan lansia dalam penyelenggaraan haji. aku ingat saat aku pergi ke Mekkah tahun 2010, aku melihat banyak ibu-ibu yang harus menghadapi banyak kesulitan untuk melakukan ibadah haji. aku rasa ini sudah waktunya pemerintah Indonesia memperkuat upaya penyelenggaraan haji dengan lebih berempati dan berkeadilan. aku senang melihat bahwa 55 persen jemaah haji adalah perempuan, itu berarti banyak ibu-ibu kita yang bisa mendapatkan perlindungan dan layanan yang sesuai. tapi aku masih harap pemerintah Indonesia bisa meningkatkan angka petugas haji perempuan lagi, agar lebih setara dengan lansia. 😊
 
gabungin dulu, kalau 55% perempuan jemaah haji itu nggak asal tahu apa aja khususnya untuk mereka? seperti akses ke fasilitas umum, fasilitas kesehatan, atau bahkan fasilitas keamanan? aku rasa pemerintah harus lebih teliti dalam membuat strategi penyelenggaraan haji 2026. kalau mau benar-benar melindungi perempuan dan lansia, harus ada langkah-langkah yang jelas untuk menangani masalah tersebut 🤔
 
ya aku pikir ini penting banget, kalau jemaah kita dihormati dan dilindungi oleh pemerintah. aku ngga sabar lho, di tahun-tahun sebelumnya petugas haji cuma berfokus pada keamanan saja, tapi kini pemerintah sudah sadar bahwa ada perempuan yang juga haji ya 😊. aku senang melihat bahwa lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, itu artinya kita memiliki banyak perempuan yang suka ziarah ke Mekkah dan sekarang pemerintah sudah ngga sabar lagi untuk memberikan layanan yang tepat bagi mereka. tapi aku masih ingin melihat bagaimana pemerintah bisa membuat strategi yang lebih baik lagi, seperti bagaimana pelayanan haji bisa lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan jemaah perempuan.
 
Pak/nye, kayaknya pemerintah juga ingin memastikan jemaah yang datang ke Makkah-Medina tidak lupa sedihin kisah Rasulullah SAW tentang perempuan... harus coba buat lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Perempuan dan lansia pasti membutuhkan perhatian khusus saat haji, terutama kunciannya dalam jemaah. Saya harap pemerintah bisa memastikan petugas haji 2026 ada di sana untuk membantu.
 
kembali
Top