Banjir di Jakarta Utara: Hujan Ekstrem Menimbulkan Bahaya Banjir
Kemarin, hujan ekstrem menghantam Jakarta Utara, menyebabkan banjir parah yang menimpa sebagian wilayah. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan bahwa intensitas hujan mencapai 192 milimeter (mm) di Stasiun Hujan Kamal dan 178 mm di Stasiun Hujan Koja.
"Intensitas hujan ini bisa dikatakan ekstrem. Saat ini wilayah-wilayah yang masih terdampak banjir adalah utara dan sebagian wilayah barat (dikarenakan hujan lebih banyak di utara)," kata Hendra saat ditemui oleh wartawan.
Banjir tersebut sempat menggenangi jalan-jalan seperti Jalan Jembatan Tiga hingga Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading. Bahkan, beberapa rumah warga di Pademangan Timur, Jakarta Utara terkena banjir. Puluh-puluh jiwa yang dilaporkan mengungsi karena peristiwa ini.
Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, Pemkot Jakut menginstrusikan semua personel bergerak ke lapangan dan mempersiapkan pompa siaga di titik-titik lokasi rawan banjir. "Saya perintahkan semua personel dan sarana atau perlengkapan tetap selalu siaga mengantisipasi dan menangani situasi dan kondisi di lapangan," kata Hendra.
Pompa-pompa sudah beroperasi di wilayah utara untuk mengatasi banjir tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa daerah masih terdampak oleh banjir parah yang diperburuk oleh hujan ekstrem kemarin.
Kemarin, hujan ekstrem menghantam Jakarta Utara, menyebabkan banjir parah yang menimpa sebagian wilayah. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan bahwa intensitas hujan mencapai 192 milimeter (mm) di Stasiun Hujan Kamal dan 178 mm di Stasiun Hujan Koja.
"Intensitas hujan ini bisa dikatakan ekstrem. Saat ini wilayah-wilayah yang masih terdampak banjir adalah utara dan sebagian wilayah barat (dikarenakan hujan lebih banyak di utara)," kata Hendra saat ditemui oleh wartawan.
Banjir tersebut sempat menggenangi jalan-jalan seperti Jalan Jembatan Tiga hingga Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading. Bahkan, beberapa rumah warga di Pademangan Timur, Jakarta Utara terkena banjir. Puluh-puluh jiwa yang dilaporkan mengungsi karena peristiwa ini.
Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, Pemkot Jakut menginstrusikan semua personel bergerak ke lapangan dan mempersiapkan pompa siaga di titik-titik lokasi rawan banjir. "Saya perintahkan semua personel dan sarana atau perlengkapan tetap selalu siaga mengantisipasi dan menangani situasi dan kondisi di lapangan," kata Hendra.
Pompa-pompa sudah beroperasi di wilayah utara untuk mengatasi banjir tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa daerah masih terdampak oleh banjir parah yang diperburuk oleh hujan ekstrem kemarin.