Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan waktu respons layanan panggilan 110 polisi dalam 10 detik. Itu adalah langkah transisi yang cepat untuk meningkatkan kehadiran negara di tengah masyarakat secara efektif.
Listyo menyatakan bahwa optimalisasi pelayanan menjadi fokus utama Polri saat ini. Jika telepon tak kunjung direspons dalam waktu 10 detik, maka panggilan akan dialihkan langsung ke jenjang yang lebih tinggi dari mulai Polsek, Polres hingga Polda sampai dengan Mabes Polri.
"Kita memberikan waktu respons terhadap panggilan telepon 110 itu selama 10 detik. Ketika tidak diangkat, maka dia akan naik ke jenjang yang lebih tinggi dari mulai Polsek, Polres, Polda sampai dengan Mabes Polri," tegasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI.
Selain itu, Kapolri juga menetapkan target waktu kehadiran personel di tempat kejadian perkara (TKP) selama 10 menit. Sigit berharap layanan publik Polri menjadi lebih modern dan terpercaya dengan integrasi teknologi seperti Sistem Operasi Terpadu (SOT).
"Dengan integrasi 1.392 CCTV yang dilengkapi teknologi face recognition, kita diharapkan dapat meningkatkan kecepatan respons cepat, penurunan risiko fatalitas kecelakaan, peningkatan kepuasan masyarakat, serta tersedianya data akurat untuk analisa pimpinan dalam mengambil keputusan strategis," pungkasnya.
Listyo menyatakan bahwa optimalisasi pelayanan menjadi fokus utama Polri saat ini. Jika telepon tak kunjung direspons dalam waktu 10 detik, maka panggilan akan dialihkan langsung ke jenjang yang lebih tinggi dari mulai Polsek, Polres hingga Polda sampai dengan Mabes Polri.
"Kita memberikan waktu respons terhadap panggilan telepon 110 itu selama 10 detik. Ketika tidak diangkat, maka dia akan naik ke jenjang yang lebih tinggi dari mulai Polsek, Polres, Polda sampai dengan Mabes Polri," tegasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI.
Selain itu, Kapolri juga menetapkan target waktu kehadiran personel di tempat kejadian perkara (TKP) selama 10 menit. Sigit berharap layanan publik Polri menjadi lebih modern dan terpercaya dengan integrasi teknologi seperti Sistem Operasi Terpadu (SOT).
"Dengan integrasi 1.392 CCTV yang dilengkapi teknologi face recognition, kita diharapkan dapat meningkatkan kecepatan respons cepat, penurunan risiko fatalitas kecelakaan, peningkatan kepuasan masyarakat, serta tersedianya data akurat untuk analisa pimpinan dalam mengambil keputusan strategis," pungkasnya.