Kisah VW Safari yang Pernah Jadi Tunggangan Camat di Indonesia
VW Safari, mobil militer dari Volkswagen yang dibuat pada dekade 1960-an dan 1970-an. Mobil ini diperuntukkan bagi keperluan sipil dan dijual dengan skema kredit. Setelah sukses melahirkan VW Type 1, muncul permintaan lain dari pemerintah Jerman untuk membuat versi militer dari VW Type 1.
Porsche, pabrikan asal Jerman yang memiliki hubungan dekat dengan Volkswagen. Ferdinand Porsche adalah salah satu insinyur di Volkswagen dan kemudian menjadi direktur perusahaan desain mobil Porsche sendiri. Meskipun Porsche sendiri tidak memproduksi VW Safari, namun peran Porsche dalam pengembangan VW sangat penting.
Setelah Perang Dunia II berakhir, Volkswagen diambil alih oleh militer Inggris. Namun, setelah itu, Volkswagen menjadi pabrikan besar dan produksi VW Type 1 (VW Kodok) dan Type 2 (VW Kombi) laris manis di pasaran. Pada akhir dekade 1960-an, VW Type 181/182 yang diberi nama VW Safari lahir berkat keperluan militer.
VW Safari untuk ABRI pertama kali masuk pada 1972 lewat PT Garuda Mataram dan digunakan sebagai kendaraan resmi bagi perwira. Meski demikian, VW Safari untuk ABRI tidak sama dengan VW Type 181/182 yang digunakan militer Jerman Barat. Mobil-mobil tersebut juga sudah masuk dengan skema CKD (Completely Knocked Down) sehingga proses perakitannya dilakukan di dalam negeri.
Setelah produksi VW Safari dihentikan pada 1980 karena pihak Volkswagen menarik diri, mobil tersebut jadi barang langka. Meskipun demikian, kisah VW Safari di Indonesia sebagai buah karya Porsche yang pernah jadi tunggangan camat tidak bisa dilupakan begitu saja. Sebab, suka tidak suka, mobil tersebut pernah jadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia walau hanya dalam waktu singkat.
VW Safari lebih mudah ditemukan di tempat wisata seperti Candi Borobudur, Magelang. Kini, VW Safari benar-benar sudah sulit ditemukan dan hanya kolektor serius yang masih memilikinya.
VW Safari, mobil militer dari Volkswagen yang dibuat pada dekade 1960-an dan 1970-an. Mobil ini diperuntukkan bagi keperluan sipil dan dijual dengan skema kredit. Setelah sukses melahirkan VW Type 1, muncul permintaan lain dari pemerintah Jerman untuk membuat versi militer dari VW Type 1.
Porsche, pabrikan asal Jerman yang memiliki hubungan dekat dengan Volkswagen. Ferdinand Porsche adalah salah satu insinyur di Volkswagen dan kemudian menjadi direktur perusahaan desain mobil Porsche sendiri. Meskipun Porsche sendiri tidak memproduksi VW Safari, namun peran Porsche dalam pengembangan VW sangat penting.
Setelah Perang Dunia II berakhir, Volkswagen diambil alih oleh militer Inggris. Namun, setelah itu, Volkswagen menjadi pabrikan besar dan produksi VW Type 1 (VW Kodok) dan Type 2 (VW Kombi) laris manis di pasaran. Pada akhir dekade 1960-an, VW Type 181/182 yang diberi nama VW Safari lahir berkat keperluan militer.
VW Safari untuk ABRI pertama kali masuk pada 1972 lewat PT Garuda Mataram dan digunakan sebagai kendaraan resmi bagi perwira. Meski demikian, VW Safari untuk ABRI tidak sama dengan VW Type 181/182 yang digunakan militer Jerman Barat. Mobil-mobil tersebut juga sudah masuk dengan skema CKD (Completely Knocked Down) sehingga proses perakitannya dilakukan di dalam negeri.
Setelah produksi VW Safari dihentikan pada 1980 karena pihak Volkswagen menarik diri, mobil tersebut jadi barang langka. Meskipun demikian, kisah VW Safari di Indonesia sebagai buah karya Porsche yang pernah jadi tunggangan camat tidak bisa dilupakan begitu saja. Sebab, suka tidak suka, mobil tersebut pernah jadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia walau hanya dalam waktu singkat.
VW Safari lebih mudah ditemukan di tempat wisata seperti Candi Borobudur, Magelang. Kini, VW Safari benar-benar sudah sulit ditemukan dan hanya kolektor serius yang masih memilikinya.