Shell yang terakhir, saat ini sudah memasuki tahap akhir untuk mendapatkan pasokan bahan bakar (BBM) dari PT Pertamina Patra Niaga. Sebagai perusahaan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Shell masih menunggu untuk mengajukan volume yang ingin dibeli.
Kapal tank yang membawa pasokan BBM ini, saat ini sudah diangkut ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Saat ini, terdapat 5 kapal tank yang berisi bahan bakar ini dan akan segera tiba di SPBU Shell.
Dalam beberapa minggu terakhir, Shell mengalami kelangkaan stok BBM karena terjadinya keterbatasan pasokan bahan bakar ini. Hal ini juga dialami oleh perusahaan pengelola SPBU Vivo. Pada akhir Oktober 2025, pasokan BBM di SPBU BP pun mulai pulih dan sekarang telah kembali mengalir ke jaringan SPBU tersebut.
Sementara itu, Shell dan BP sudah sepakat menjalin kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mendapatkan pasokan bahan bakar. "Vivo dapatkan, Shell memasuki tahap akhir," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kapal tank yang membawa pasokan BBM ini, saat ini sudah diangkut ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Saat ini, terdapat 5 kapal tank yang berisi bahan bakar ini dan akan segera tiba di SPBU Shell.
Dalam beberapa minggu terakhir, Shell mengalami kelangkaan stok BBM karena terjadinya keterbatasan pasokan bahan bakar ini. Hal ini juga dialami oleh perusahaan pengelola SPBU Vivo. Pada akhir Oktober 2025, pasokan BBM di SPBU BP pun mulai pulih dan sekarang telah kembali mengalir ke jaringan SPBU tersebut.
Sementara itu, Shell dan BP sudah sepakat menjalin kesepakatan dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mendapatkan pasokan bahan bakar. "Vivo dapatkan, Shell memasuki tahap akhir," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.