Minggu lalu, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dikabarkan hilang kontak. Pesawat itu dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menurut data yang dihimpun AirNav Indonesia, posisi pesawat terakhir kali terdeteksi berada di sekitar kawasan Leang-leang dengan koordinat 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.
Penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar itu dilaksanakan oleh tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Namun, tidak diketahui identitas ke-10 orang di dalam pesawat tersebut. Pencarian masih sedang berlangsung di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Marros.
Di tengah proses pencarian, sebuah video viral di media sosial menunjukkan sebuah barang yang diduga merupakan puing pesawat ATR 400. Puing-puing itu ditemukan di sekitar puncak gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Di video tersebut nampak beberapa puing berupa potongan material logam, kertas potongan berisikan prosedur penerbangan hingga emblem berlambang Garuda Pancasila.
Video yang diunggah itu membuat banyak pengguna media sosial memberikan komentar duka cita. Mereka berharap agar korban bisa segera ditemukan dan dalam keadaan selamat.
Penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar itu dilaksanakan oleh tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Namun, tidak diketahui identitas ke-10 orang di dalam pesawat tersebut. Pencarian masih sedang berlangsung di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Marros.
Di tengah proses pencarian, sebuah video viral di media sosial menunjukkan sebuah barang yang diduga merupakan puing pesawat ATR 400. Puing-puing itu ditemukan di sekitar puncak gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Di video tersebut nampak beberapa puing berupa potongan material logam, kertas potongan berisikan prosedur penerbangan hingga emblem berlambang Garuda Pancasila.
Video yang diunggah itu membuat banyak pengguna media sosial memberikan komentar duka cita. Mereka berharap agar korban bisa segera ditemukan dan dalam keadaan selamat.