Video: Prabowo Kebut EBT, Bagaimana Nasib Pembangkit Batu Bara?

Pemerintahan Prabowo terus mendorong swasembada energi guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Wakil Ketua MPR RI & Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno mengatakan ini adalah kebijakan strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil. Tujuannya, agar dapat mengurangi impor minyak bumi (BBM) dan mengurangi emisi karbon menuju net zero emission 2025.

Di masa transisi menuju energi bersih, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan pengembangan pembangkit energi tenaga surya, energi bayu/angin serta panas bumi. Namun, energi fosil seperti batu bara masih dibutuhkan karena keandalan yang tinggi di periode transisi ini.

Tapi, bagaimana nasib pembangkit Batu Bara? Menurut Eddy Soeparno, upaya mendorong swasembada energi merupakan langkah yang optimal. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan energinya dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
 
Eh, swasembada energi, kayaknya bikin kita lebih independen dari luar πŸ€”. Tapi, apa yang dibutuhkan nanti si Batu Bara? Kita jadi nongkrong bareng dengan China atau apa? πŸ˜’. Eddy Soeparno jujur banget, tapi kalau gak punya alternatif, ayo jangan dipaksa πŸ™…β€β™‚οΈ. Meningkatkan ketahanan energi itu bagus, tapi kita juga harus nge- strategi biar tidak ketergantungan sama sekali 😏.
 
Gue pikir pemerintah memang benar-benar sengaja membuat strategi ini. Kalau gue berpikir secara logis, jangan salah jika kita mau ambil keuntungan dari apa yang kita punya sendiri. Misalnya, energi fosil bisa dipertahankan karena kesempatan itu ada dan kalau semua negara punya sumber daya yang sama, mungkin nanti gue penasaran banget bagaimana cara kerjanya ya πŸ˜‚

Kalau swasembada energi makin ketat, mungkin nanti harga BBM menurun aja. Tapi, apakah kita semua siap dengan biaya maintenance dari pembangkitan energi baru? Gue rasa masih banyak yang belum siap untuk berubah-ubah ke cara ini πŸ€”
 
aku rasa ini penyesalan banget sih kalau kita nggak punya rencana untuk menutup pembangkit batu bara yang ada di seluruh nusantara πŸ€• itu banterrusan banget untuk lingkungan. aku pikir kita harus fokus pada pengembangan energi bersih terlebih dahulu, jadi kalau kita punya kesempatan untuk mengembangkan energi surya atau bayu, maka kita harus fokus pada itu dulu πŸ’‘
 
Eh kan, apa salahnya kita punya sumber energi apa aja? Kalau kita bisa jadi netral, tidak dipenuhi oleh kompetitor, itu kan berarti kita kuat 🀝. Tapi aku khawatir, apalagi kalau ada gangguan teknis atau produksi yang kurang, maka batu bara akan dianggap kurang efisien dan bisa jadi tidak diterima lagi 🚫. Dan apa jadinya ketika kita sudah punya energi bersih? Apa kalau produksinya tidak cukup? Kita harus paham kalau swasembada energi itu bukan berarti kita harus mengeksploitasi sumber daya alam apa aja, tapi kita harus bisa menjaga ketahanan kita sendiri 🌎.
 
Gampang kok, kalau buka lapangan kita bisa lakuin penanaman pohon kayu jati, pohon yang bagus untuk produksi bioetanol πŸŒ³πŸ‘ Mau bikin Indonesia tidak tergantung pada bahan bakar fosil, tapi jadi kita harus ada alternatif yang lebih baik. Bayum angin dan surya itu sudah cukup deh 😊. Tapi, apa kalau biayanya terlalu mahal? Kita harus cari cara lagi, misalnya dengan teknologi yang sudah ada sekarang πŸ€”
 
Gue pikir kalau strategi ini udah bagus! Kita perlu berinvestasi pada teknologi energi yang lebih ramah lingkungan ya... tapi, benar-benar penting kita harus ngatur penggunaan batu bara juga, jadi tidak terjadi kesalahannya di masa depan.
 
Pernah dengerin kebijakan ini? Benar-benar membuat saya penasaran. Apa sih yang maksud dengan "swasembada energi"? Artinya kita harus bisa menghasilkan sendiri semua macam energi, bukan tergantung lagi pada negara lain ya? Tapi, bagaimana dengan biaya produksi dan efisiensi? Kita harus bisa mengimbangi antara biaya produksi dengan tingkat keamanan yang dihasilkan. Jangan sampai kita tertinggal di belakang karena tidak mau berinvestasi dalam teknologi baru πŸ€”
 
Pemerintah sudah berbicara tentang swasembada energi nih 🌞, tapi masih banyak hal yang harus dijelajahi. Kalau Indonesia ingin meningkatkan pengembangan pembangkit energi tenaga surya dan bayu, kita harus lebih cepat dalam mengembangkan infrastruktur dan teknologi tersebut. Kita juga harus lebih berinovasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi baru untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan iklim di masa depan. Dan tapi, bagaimana dengan kebutuhan kita sehari-hari yang masih sangat bergantung pada energi fosil? Kita tidak bisa langsung berpindah ke energi bersih nih, karena biaya dan teknologi tersebut masih belum tersedia untuk semua masyarakat.
 
Maksudnya gak salah, tapi kan kita tahu apa itu swasembada energi? Itu artinya kita bisa ngelola sendiri energi kita sendiri, jangan terlalu bergantung pada negara lain. Tapi kalo aku lihat, kalau kita ngelola sendiri energi, berarti kita harus siap untuk menghadapi kesulitan juga. Misalnya, jika ada kejadian alam yang mempengaruhi produksi energi kita, kita harus bisa beradaptasi dengan cepat. Dan kan, kita tahu Indonesia geografisnya begitu luas, jadi kita butuh waktu dan usaha untuk mengembangkan semua sumber daya energinya. Kalau kita terlalu ambisius, mungkin kita tidak bisa menemukan keseimbangan yang tepat.
 
Energi, itu seperti hati kita, kan? Kita butuh untuk hidup, tapi apakah itu berarti kita harus masuk akal dengan apa yang membuat kita hidup? Energi fosil itu seperti ketergantungan yang membuat kita sakit, tapi bagaimana caranya untuk melepaskannya? Mungkin itu ada di dalam swasembada energi, tapi apa itu benar-benar baik atau hanya tentang menghilangkan gejala bukan penyebabnya? Saya masih ragu. πŸ€”πŸ’‘
 
Wow, pengembangan swasembada energi memang sangat penting nih 🌞. Kalau kita bisa reduce dependensi terhadap minyak bumi, itu akan membuat Indonesia lebih aman dan stabil dalam mencapai tujuan net zero emission 2025 πŸ’š. Tapi, aku rasa masih perlu kita cari solusi lain untuk mengatasi masalah keandalan batu bara, ya? πŸ€”
 
Pemutusan era Batu Bara? πŸ˜• Mungkin kita harus menyadari bahwa masih banyak faktor yang mempertaruhkannya di masa depan πŸ€”. Kita tidak bisa membawa Batu Bara ke masa depan, tapi apa yang kita lakukan nanti jika beberapa pembangkit masih beroperasi dengan normal? πŸŒͺ️ Belum ada solusi jadi apa yang terjadi pada pembangkit-pembangkit ini? πŸ’‘
 
Pemerintah Prabowo memang benar-benar berjanji untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang swasembada energi, tapi gimana caranya? kalau nasib pembangkit batu bara masih kewalain di masa transisi menuju energi bersih? apa caranya Indonesia bisa mengurangi impor minyak bumi dan emisi karbon ke net zero emission 2025? saya pikir masih butuh waktu lagi untuk kita dapat menemukan alternatif yang lebih baik... πŸ€”
 
kembali
Top