Reasuransi RI Terus Mendorong Ekspansi ke Singapura dan Filipina, Tantangan Utamanya Mengapa?
Reasuransi Tugure yang merupakan pemain besar di pasaran reasuransi Indonesia, terus mendorong transformasi digital dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Digitalisasi ini dilaksanakan untuk membantu analisa bisnis hingga penilaian SDM.
Menurut Teguh Budiman, Presiden Direktur PT Tugure Reasuransi Indonesia, iklim bisnis asuransi di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh pada tahun 2026. Oleh karena itu, perusahaan yang merupakan pemain besar di pasaran reasuransi ini harus selalu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Teguh Budiman mengungkapkan bahwa Tugure telah memperkuat rating dan kualitas layanan utamanya bagi segmen pasar properti, migas, dan aviasi. Oleh karena itu, perusahaan ini akan terus mendorong ekspansi layanan reasuransi ke regional seperti Singapura dan Filipina pada tahun 2028.
Namun, Teguh Budiman juga mengakui bahwa ada tantangan yang harus diatasi saat melakukan ekspansi bisnis. Salah satu tantangannya adalah kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan regulasi dan peraturan di negara-negara baru yang akan dilansir.
Selain itu, Tugure juga harus menghadapi persaingan yang ketat dari pemain lain di pasar reasuransi. Oleh karena itu, perusahaan ini harus terus berinovasi dan menawarkan layanan yang lebih baik kepada pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Dalam jangka panjang, Teguh Budiman optimis bahwa Tugure dapat menjadi salah satu pemain utama di pasar reasuransi Asia Tenggara. Oleh karena itu, perusahaan ini harus terus berinvestasi dan mengembangkan layanan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Kami memiliki rencana jangka panjang untuk menjadi pemain utama di pasar reasuransi Asia Tenggara", kata Teguh Budiman. "Untuk mencapai tujuan ini, kami harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kami."
Reasuransi Tugure yang merupakan pemain besar di pasaran reasuransi Indonesia, terus mendorong transformasi digital dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Digitalisasi ini dilaksanakan untuk membantu analisa bisnis hingga penilaian SDM.
Menurut Teguh Budiman, Presiden Direktur PT Tugure Reasuransi Indonesia, iklim bisnis asuransi di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh pada tahun 2026. Oleh karena itu, perusahaan yang merupakan pemain besar di pasaran reasuransi ini harus selalu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Teguh Budiman mengungkapkan bahwa Tugure telah memperkuat rating dan kualitas layanan utamanya bagi segmen pasar properti, migas, dan aviasi. Oleh karena itu, perusahaan ini akan terus mendorong ekspansi layanan reasuransi ke regional seperti Singapura dan Filipina pada tahun 2028.
Namun, Teguh Budiman juga mengakui bahwa ada tantangan yang harus diatasi saat melakukan ekspansi bisnis. Salah satu tantangannya adalah kemampuan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan regulasi dan peraturan di negara-negara baru yang akan dilansir.
Selain itu, Tugure juga harus menghadapi persaingan yang ketat dari pemain lain di pasar reasuransi. Oleh karena itu, perusahaan ini harus terus berinovasi dan menawarkan layanan yang lebih baik kepada pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Dalam jangka panjang, Teguh Budiman optimis bahwa Tugure dapat menjadi salah satu pemain utama di pasar reasuransi Asia Tenggara. Oleh karena itu, perusahaan ini harus terus berinvestasi dan mengembangkan layanan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Kami memiliki rencana jangka panjang untuk menjadi pemain utama di pasar reasuransi Asia Tenggara", kata Teguh Budiman. "Untuk mencapai tujuan ini, kami harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kami."