Daya Beli Warga RI Lagi Turun, Produsen Suku Cadang Terus Optimis Melalui Pasar Ekspor
Turunnya daya beli warga Rakyat Indonesia (RI) membuat industri suku cadang menghadapi tantangan baru. Namun, produsen suku cadang tetap optimis melalui pasar ekspor. Banyak perusahaan suku cadang yang telah menerima dampak penurunan daya beli warga RI.
Produsen suku cadang utama seperti PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) terus memperluas pasar ekspor. Mereka berharap dapat menikmati kesempatan dalam industri otomotif yang meningkatkan produksi dan penjualan di luar negeri.
PT DRMA punya rencana untuk akuisisi saham PT Mah Sing Indonesia sebesar 82% senilai Rp 41 miliar. Aksi ini merupakan strategi mereka untuk memperluas bisnis komponen otomotif di segmen mobil. Selain itu, perusahaan tersebut juga telah membeli lahan pabrik baru untuk mengembangkan Manufacturing Battery Energy Storage Systems (BESS).
Meski demikian, industri otomotif RI sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah. Mereka harap pemerintah dapat membantu memperbaiki ekosistem bisnis otomotif, termasuk produsen suku cadang utama. Hal ini berhubungan dengan peningkatan daya beli dan serapan pasar dalam negeri.
Produsen suku cadang tetap percaya bahwa pasar ekspor dapat menjadi pendampingan utama bagi mereka. Mereka optimis melalui strategi ekspansi bisnis yang terus dijalankan.
Turunnya daya beli warga Rakyat Indonesia (RI) membuat industri suku cadang menghadapi tantangan baru. Namun, produsen suku cadang tetap optimis melalui pasar ekspor. Banyak perusahaan suku cadang yang telah menerima dampak penurunan daya beli warga RI.
Produsen suku cadang utama seperti PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) terus memperluas pasar ekspor. Mereka berharap dapat menikmati kesempatan dalam industri otomotif yang meningkatkan produksi dan penjualan di luar negeri.
PT DRMA punya rencana untuk akuisisi saham PT Mah Sing Indonesia sebesar 82% senilai Rp 41 miliar. Aksi ini merupakan strategi mereka untuk memperluas bisnis komponen otomotif di segmen mobil. Selain itu, perusahaan tersebut juga telah membeli lahan pabrik baru untuk mengembangkan Manufacturing Battery Energy Storage Systems (BESS).
Meski demikian, industri otomotif RI sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah. Mereka harap pemerintah dapat membantu memperbaiki ekosistem bisnis otomotif, termasuk produsen suku cadang utama. Hal ini berhubungan dengan peningkatan daya beli dan serapan pasar dalam negeri.
Produsen suku cadang tetap percaya bahwa pasar ekspor dapat menjadi pendampingan utama bagi mereka. Mereka optimis melalui strategi ekspansi bisnis yang terus dijalankan.