Video: Bocoran Sektor Pilihan Manajer Investasi di Tahun 2026

Pasar saham, obligasi, dan nilai tukar Rupiah akan menghadapi sentimen baru di tahun 2026. Menurut Farash Farich, Chief Investment Officer BNI Asset Management, investor global mulai khawatir dengan saham-saham teknologi yang sudah terlalu mahal serta saham 'high beta' di AS. Hal ini memberikan peluang bagi bursa domestik untuk menawarkan saham yang lebih murah bagi investor asing.

Dalam pergerakan IHSG, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dapat mencapai level 10.000, menurut Farash. Namun, dia percaya bahwa IHSG berpeluang naik hingga 9.000-9.600 karena nilai dan dividen yang ditawarkan. Kinerja saham-saham yang masih lagging juga menjadi faktor mendukung pergerakan IHSG.

BNI AM melihat potensi return di pasar saham yang lebih positif, khususnya dari saham-saham dengan potensi pertumbuhan dan valuasi yang menarik.
 
Maksudnya sih kalau investor asing mulai berpikir matang-matang tentang saham teknologi yang terlalu mahal itu πŸ€‘. Seperti katanya, 'high beta' di AS kayaknya mulai membuat mereka penasaran dengan saham-saham bursa domestik yang lebih murah πŸ“ˆ. Tapi siapa tahu, mungkin hanya kalau ada 'saham raja' di bursa Indonesia juga investor asing akan merasa puas πŸ˜‚. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kayaknya harus terus berusaha agar IHSG naik ke level 10.000 πŸš€, tapi aku lebih penasaran dengan bagaimana dia bakal menjaga kinerja saham-saham yang lagging di dalam pergerakan IHSG 😊. Tapi siapa tahu, kalau ada return yang positif di pasar saham, mungkin kita pun tidak akan kecewa πŸ€‘.
 
aku rasa ini bisa jadi peluang bagus banget bagi investor asing yang mau terlibat di bursa domestik nanti, karena sampe 2026 global investor mulai khawatir dengan saham teknologi yang udah terlalu mahal 😊. mungkin kita juga bisa melihat kenaikan IHSG sampai level 9.000-9.600 ini karena nilai dan dividen yang ditawarkan nanti. aku juga percaya bahwa kinerja saham-saham yang masih lagging bisa menjadi faktor mendukung pergerakan IHSG, terutama jika ada investor baru yang mau terlibat di pasar saham lokal πŸ€‘.
 
Sangat disayangkan, nih... pasaran saham Indonesia masih jauh dari target 11.000 yang diajar oleh Presiden Jokowi sebelumnya. Kalau kira-kira sudah naik hingga 9.600, itu masih belum cukup. Dan apa dengan pergerakan IHSG di tahun-tahun sebelumnya? Semua turun, turun, dan tetap turun! πŸ€¦β€β™‚οΈ

Sama-sama, kalau ingin cari kemenangan, ada baiknya kita fokus pada saham-saham yang stabil bukannya saham 'high beta' yang bisa jatuh kapan saja. Dan apa dengan inflasi yang terus naik? Kalau kira-kira sudah 7% sekarang, itu berarti bursa saham akan semakin susah untuk menawarkan return yang positif bagi investor. πŸ’Έ
 
aku penasaran apa aja strategi BNI AM nih untuk mengembangkan investasi saham di tahun 2026? kayaknya investor global mulai khawatir sama teknologi dan high beta di AS, tapi aku masih ragu deh apakah IHSG bisa naik ke level 9.000-9.600 tuh πŸ€”. aku punya rencana untuk membeli saham-saham lokal yang nilai dan dividennya mantap, tapi aku gak tahu siapa aja yang akan jadi pendorong utama IHSG nih 😊.
 
aku pikir pasar saham indonesia masih banyak hal yang harus dirubah lagi sih πŸ€”. kalau mau menjadi pasar yang lebih kompetitif di AsiaTenggara, harus ada perubahan yang signifikan. pertama, kualitas saham yang ditawarkan harus meningkat. sekarang banyak saham yang hanya berbasis pada teknologi saja, tapi tidak ada peningkatan lainnya.

kita harus menawarkan saham-saham yang berbasis pada industri dan infrastruktur, agar investor asing tidak hanya memilih saham-saham teknologi dari luar negeri πŸ“ˆ. kalau bisa membuka pasar kepada investor asing juga akan membuat IHSG naik, karena banyak investor yang ingin memulai investasi di Indonesia πŸ’Έ.

saya pikir perlu ada kerja sama lebih baik antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia agar pasar saham menjadi lebih stabil dan meningkatkan kualitas saham yang ditawarkan πŸ“Š.
 
Gue pikir pas IPO baru tahun ini bakal membuat IHSG naik lagi πŸš€. Ada banyak saham teknologi yang masuk IPO, kayak Expatdamai atau Pindaparta. Jika saham-saham itu bisa diinvestasikan dengan rendah, gue rasa investor asing akan lebih tertarik untuk membelinya. Dan ini bakal membuat IHSG naik dari level 9k sampai 10k ya! πŸ€”
 
aku pikir ini kisah konyol, investor asing mulai penasaran dengan saham bursa lokal? mungkin karena saham teknologi di AS sudah bikin semua orang paling banyak, tapi gak apa-apa, kita punya hal lain yang menarik di sini. seperti saham perusahaan konsumen atau industri yang bikin rupiah lebih kuat πŸ€‘. aku senang melihat IHSG naik ke level 10.000, tapi aku masih curiga kalau ini hanya proses penyesuaian, tidak ada yang pasti lagi. tapi biar-biar, aku kira nilai dan dividen yang ditawarkan sebenarnya menarik untuk dibeli πŸ“ˆ.
 
Gue pikir ini baik-baik aja, saham teknologi udh terlalu mahal nih, tapi ada juga yang masih bisa dipinjam gak? Mau tahu apa itu strategi investasi yang tepat untuk tahun 2026? Gue rasa kita harus fokus pada industri manufaktur, pertanian, dan pariwisata ya, karena ada potensi besar di sana... πŸ’Έ
 
aku pikir kalau pasar ini masih dipengaruhi banyak factor luar negeri, maka keseimbangan valas rupiah akan menjadi faktor penting di tahun 2026 juga, tapi jangka waktu panjangnya masih bisa berubah, aku harap IHSG tidak terlalu bergantung pada investor asing dan bisa menawarkan saham yang lebih kompetitif dengan pasar lain. tapi kalau kita fokus pada keseimbangan valas, aku pikir itu akan menjadi faktor penting, jadi perlu dilakukan strategi yang tepat untuk mengelola inflasi dan valas, agar ekonomi kita tidak terlalu bergantung pada investasi luar negeri πŸ€”
 
Sangat serius bro, aku pikir pasar saham Indonesia masih terlalu rendah banget πŸ€”. Perlu diawasi lagi sih, karena kalau IHSG naik sampai 9.000, itu artinya banyak investor asing yang kembali membeli saham-saham kita πŸ€‘. Tapi, aku juga penasaran dengan saham 'high beta' di AS, apakah benar-benar mau jatuh? 😬
 
Saya rasa investor asing lagi-lagi mau datang ke Indonesia pasaran saham kita masih jauh kalah banding dengan AS, tapi aku pikir itu gampang-ganteng banget. Kalau kita cek pergerakan IHSG di tahun 2026 pasti masih stabil dan bisa mencapai level 9.000-9.600 seperti yang dikatakan oleh Farash. Saya rasa ini karenanya, karena masih banyak saham-saham lokal yang belum terlalu populer di mata investor asing. Dan aku yakin kalau kita bisa menawarkan nilai dan dividen yang lebih kompetitif, kita bisa menarik perhatian mereka.
 
Gue pikir kalau investor asing mulai ketawangan saham teknologi yang terlalu mahal, itu bakal membuat IHSG naik aja πŸ“ˆ. Kalau bisa, gue suka banget saham yang lebih murah, tapi hasilnya tetap bagus juga πŸ€‘. Tapi, menurut BNI AM, itu potensi return yang lebih positif, dan gue sih setuju πŸ€”. Kita asyik fokus pada saham-saham teknologi saja, tapi ada banyak lagi saham lain yang bisa kita investasikan dengan profit yang tidak kalah besar πŸ€‘πŸ“ˆ.
 
hehe omegga aja, pasaran nih kayak giliran! 🀩 asal muasalnya sih investor global mulai khawatir dengan saham teknologi yang terlalu mahal, tapi ini bagus banget untuk pasar bursa domestik ya! πŸ™Œ bisa menawarkan saham murah untuk investor asing. dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bisa mencapai level 10.000, waduh! 😱 tapi aku percaya lagi, IHSG bisa naik hingga 9.000-9.600 karena nilai dan dividen yang ditawarkan itu keren banget! πŸ’Έ dan siapa tahu, ada potensi return di pasar saham yang lebih positif dari saham-saham dengan potensi pertumbuhan dan valuasi yang menarik! 🀩 omegga aja, aku sambil nanti! πŸ˜„
 
Kalau ini lihat ke depan 2026, aku pikir IHSG pasti akan naik lagiπŸ“ˆ. Karena semua investor global mulai ragu-ragu dengan saham teknologi yang terlalu mahal, kalau kita pasarkan di Indonesia bisa jadi mereka tertarik lagi πŸ€‘. Dan Menteri Keuangan ini benar-benar cerdas, aku senang dia bisa mencapai level 10.000 😊. Tapi aku pikir still ada kisah sama saham 'high beta' di AS yang bikin IHSG jadi lebih stabil πŸ’―.
 
Kira-kira apa yang akan terjadi di tahun 2026 nih... pasti gak usah banyak berpikir sih. Investor global already start khawatir sama teknologi yang sudah terlalu mahal, mungkin karenanya bursa domestik akan menawarkan saham yang lebih murah. Menteri Keuangan udah mencapai level 10.000, tapi aku pikir masih ada peluang di atas itu. Kalo bisa naik hingga 9.000-9.600 aja sudah ok deh. Sama-sama ya...
 
Lagu ini kayak giliran giliran lah... Pasa rupiah naik lagi sih, tapi gak jelas sih bagaimana ya... Kalau saham teknologi terlalu mahal, maka gak bisa dipertahankan sih? Dan gak ada perubahan yang signifikan di pasar obligasi juga sih? Saya rasa masih banyak hal yang harus ditunggu-tunggu sebelum pasca tahun 2026 deh...
 
Pasar lagi ngomongin about IPO baru yang udah di-buka lalu bagaimana caranya investor asing suka beli saham kita... πŸ€‘πŸ€” Nah, aku pikir kalau pasar saham harus lebih fokus pada kebijakan moneter Indonesia bukan hanya ngatur harga saham-saham teknologi yang banyak dibeli oleh orang-orang luar negeri. Dan siapa bilang bahwa saham-saham 'high beta' di AS itu benar-benar baik? πŸ€·β€β™€οΈ Mungkin saja kalau kita fokus pada strategi investasi yang seimbang, kita bisa menawarkan return yang lebih stabil dan aman untuk investor di Indonesia.
 
Mungkin perlu investor asing lebih berhati-hati dengar pasar saham teknologi yang sudah terlalu mahal... πŸ€”
Aku pikir kalau suatu nanti kinerja IHSG akan dipegang oleh saham-saham dengan potensi pertumbuhan dan valuasi yang sebenarnya menarik. Jangan lupa, investor global juga tidak boleh menganggap segalanya dengan mata hitam... 😏
 
Gak ngerti sih, siapa gini investor global yang khawatir dengan teknologi yang mahal? Sepertinya kayaknya mau kehilangan uang di pasar saham. Dan bagaimana kalau saham 'high beta' yang mahal kayaknya bikin ruginya bagi investor? Gak percaya aku kalau IHSG bisa naik hingga 9.000, tapi mungkin aku terlalu pessimis... tapi gak ada alasan jadi sih, kinerja saham yang lag masih membuatku ragu-ragu...
 
kembali
Top