UU APBN 2026 Terbit, Defisit Dipatok 2,68 Persen dari PDB

Pemerintah Merilis UU APBN 2026, Defisit Dipatok 2,68 Persen dari PDB

Pemerintah Indonesia akhirnya merilis Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 yang telah dipertanyakan sejak lama oleh publik. UU ini diundangkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, sejak 22 Oktober 2025.

Dalam UU Nomor 17 Tahun 2025, pemerintah menetapkan target defisit APBN 2026 sebesar Rp689,15 triliun atau 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibanding usulan defisit anggaran awal pemerintah yang dipatok senilai Rp638,8 triliun.

Menurut Pasal 23 UU 17 Tahun 2025, jumlah anggaran Pendapatan Negara Tahun Anggaran 2026 lebih kecil dari pada jumlah anggaran Belanja Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 sehingga dalam Tahun Anggaran 2026 tetdapat defisit anggaran sebesar Rp689,147,902,608,000.

Pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.153,58 triliun, yang diperoleh dari sumber penerimaan perpajakan, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan penerimaan hibah. Meski begitu, belanja negara yang dipatok dalam APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,73 triliun masih lebih tinggi ketimbang target penerimaan negara di tahun ini.

Belanja negara di tahun ini akan terdiri dari belanja pemerintah pusat senilai Rp3.149,73 triliun dan anggaran transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp692,99 triliun. TKD terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Otonomi Khusus, Dana Keistimewaan dan Dana Desa.

Untuk menutup defisit anggaran 2026, pemerintah bakal mengandalkan pembiayaan anggaran sebesar Rp689,15 triliun. Pembiayaan ini bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp832,21 triliun, pembiayaan investasi sebesar Rp203,06 triliun, pemberian pinjaman sebesar Rp404,15 miliar serta pembiayaan lainnya sebesar Rp60,40 triliun.
 
Saya rasa 2,68 persen defisit anggaran itu kaget banget deh! Bagaimana kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya? Tahun-tahun sebelumnya defisit anggaran udah melebihi 3 persen, tapi sekarang jadi 2,68 persen. Maksudnya, pemerintah udah bisa mengurangi defisit itu apa? Atau kayaknya hanya ada penyesuaian? 🤔
 
aku kira nggak bisa percaya kalau defisit 2,68 persen dari PDB itu masuk akal banget... tapi aku pikir ini bisa jadi strategi pemerintah untuk mengelola debt yang tinggi kita miliki sekarang. tapi sih aku masih ragu-ragu, apa artinya kita harus lebih berhemat dan tidak banyak investasi? tapi kalau begitu, bagaimana caranya pemerintah bisa meningkatkan PDB ya... aku harap pemerintah bisa memberikan solusi yang tepat untuk mengelola anggaran ini 🤔📈
 
Hahaha, sih, 2,68 persen defisit apa sih? Artinya biaya negara lebih mahal daripada pendapatan... kayaknya kalau gini, kita harus lebih bijak dalam pengelolaan anggaran ya! 🤑💸

Aku pikir Rp689 triliun itu masih terlalu banyak. Bagaimana caranya pemerintah bisa menghemat biaya jika ada yang lebih penting di prioritasnya? Misalnya, pendidikan dan kesehatan? Mungkin kalau ini, kita harus berdiskusi dengan lebih serius tentang prioritas anggaran ya! 💬
 
Sangat membingungkan ya... kalau kita lihat defisit anggaran ini 2,68 persen dari PDB tapi belanja negara ini masih lebih tinggi dari pendapatan negara... aku rasa pemerintah harus bisa membuat prioritasnya agar tidak semua biaya ini bisa dianggap penting. Kalau tidak kira-kira bagaimana kita akan menutupi defisit ini? Tapi mungkin itu adalah cara kerja system anggaran di Indonesia, kita harus bisa mengadaptasi dengan situasi yang ada 🤔
 
ini kayaknya bikin perubahan anggaran yang terlambat lagi 🤦‍♂️, kalau tahun lalu udah banyak komentar mengenai defisit anggaran yang makin tinggi lagi 😅. tapi jangan terlalu negatif aja, karena setidaknya pemerintah sudah menetapkan target dan strategi untuk menutupi defisit itu, kayaknya masih ada harapan 🤞. dan siapa tahu, mungkin ini juga bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memikirkan kembali tentangPrioritas anggaran yang harus ditingkatkan 🤑.
 
aku pikir ini like main game biarang untuk gini aja 2,68 persen defisit apa eeee? sih kalau mau tahu siapa yang nanti bakal bayar utang itu aja kayaknya harus di sisi ngecewain aku sih, apalagi kalau ada yang perlu mengutang biar bisa naik taksi 🚌🚗
 
kembali
Top