Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya koreksi dan perbaikan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Koreksi tersebut diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyampaikan laporan langsung dari Presiden Prabowo terkait desain dan fungsi pembangunan IKN.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo meminta Badan Otorita IKN (OIKN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus melakukan perbaikan. Koreksi tersebut mencakup beberapa hal, termasuk desain dan fungsi pembangunan IKN.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan kuat pada percepatan pembangunan IKN. Presiden telah menerima laporan perkembangan proyek yang dipaparkan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono. Presiden meminta perbaikan dan percepatan dalam pembangunan fasilitas legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di 2028.
Tidak ada catatan khusus lain dari Presiden Prabowo terkait pembangunan IKN selain dorongan untuk perbaikan dan percepatan. Koreksi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan IKN.
Dalam kunjungan pertamanya ke IKN, Prabowo meninjau sejumlah titik strategis untuk melihat langsung progres pembangunan dan kesiapan infrastruktur IKN. Hadir di kunjungan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan beberapa pejabat lainnya.
Koreksi dan perbaikan dalam pembangunan IKN menjadi prioritas bagi Presiden Prabowo dan pemerintah. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jayanya pembangunan IKN yang merupakan simbol kekuatan negara.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo meminta Badan Otorita IKN (OIKN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk terus melakukan perbaikan. Koreksi tersebut mencakup beberapa hal, termasuk desain dan fungsi pembangunan IKN.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan kuat pada percepatan pembangunan IKN. Presiden telah menerima laporan perkembangan proyek yang dipaparkan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono. Presiden meminta perbaikan dan percepatan dalam pembangunan fasilitas legislatif maupun yudikatif yang harapannya bisa selesai di 2028.
Tidak ada catatan khusus lain dari Presiden Prabowo terkait pembangunan IKN selain dorongan untuk perbaikan dan percepatan. Koreksi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan IKN.
Dalam kunjungan pertamanya ke IKN, Prabowo meninjau sejumlah titik strategis untuk melihat langsung progres pembangunan dan kesiapan infrastruktur IKN. Hadir di kunjungan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan beberapa pejabat lainnya.
Koreksi dan perbaikan dalam pembangunan IKN menjadi prioritas bagi Presiden Prabowo dan pemerintah. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jayanya pembangunan IKN yang merupakan simbol kekuatan negara.