UpScrolled, Platform Resistensi yang Lahir Karena Sensor

Tentu saja, di Minneapolis begitu mencekam ketika Alex Pretti ditembak mati oleh Agen Imigrasi Federal (ICE). Saksi mata menyebut, ia berusaha menolong seorang perempuan hingga tewas. Pemerintah federal menganggapnya sebagai teroris domestik, tapi rekaman video menunjukkan ia tidak mengancam dengan senjata. Gelombang protes warga menuntut transparansi tindakan aparat yang dianggap brutal.

Gelombang kemarahan makin besar ketika video asli peristiwa itu dihapus oleh TikTok, yang baru saja diakuisisi oleh konglomerat pro-Israel. Tagar terkait Alex Pretti dan kritik terhadap ICE hilang dari konten For You. Akibatnya, pengguna media sosial muak dan mulai mencari media alternatif.

Pada titik itu, UpScrolled, media sosial yang diinisiasi diaspora Palestina-Australia, menemukan momennya. Platform ini menjadi satu-satunya ruang aman bagi rekaman peristiwa tersebut; bisa dibagikan bebas tanpa ancaman pemblokiran.

UpScrolled diinisiasi oleh Issam Hijazi, pendiri Recursive Methods Pty Ltd. Dia lahir dari keluarga Palestina dan menetap di Australia. Dia menyadari bahwa algoritma perusahaan tempatnya bekerja membungkam suara melalui shadow-banning. Hal itu mendorong dia mundur, lalu mendirikan UpScrolled sebagai ruang digital yang menolak logika keuntungan di atas kemanusiaan.

Dengan dukungan dari Tech for Palestine dan pemegang saham Paul Biggar, UpScrolled diluncurkan pada Juni 2025. Platform ini merespons kritik terhadap kebijakan moderasi konten TikTok, Meta, dan TikTok sejak 2023.

Penelitian yang dipublikasikan Middle East Institute (2023) menunjukkan pola mengkhawatirkan: konten pro-Palestina kerap dibatasi jangkauannya tanpa alasan teknis jelas. AI Meta menghasilkan gambar stereotip; pencarian "anak laki-laki Palestina" menampilkan senjata, sementara "anak laki-laki Israel" menampilkan anak-anak bermain.

UpScrolled menjadi ruang alternatif yang lebih etis, terbuka, dan berpihak pada suara-suara terpinggirkan. Platform ini memiliki kecerdasan desain antarmuka yang akrab dengan Instagram dan X. Pengguna diawasi oleh 25 kategori konten, dari politik hingga mode, sebagai cara memecah filter yang biasanya diciptakan AI.

UpScrolled juga menawarkan Feed kronologis sepenuhnya dan moderasi konten yang dijalankan manusia dengan transparansi penuh. Platform ini berniat mendukung protokol terbuka, yang memungkinkan pengguna tidak lagi disandera oleh satu penyedia layanan tunggal.

Dengan menolak pendanaan dari modal ventura besar atau campur tangan pemerintah menjadi langkah strategis, UpScrolled menegaskan komitmen pada perlindungan data sesuai standar Regulasi Perlindungan Data (GDPR) Eropa.
 
Wahhh, apa lagi yang bisa dilakukan TikTok? Mereka pengen menghapus konten yang bikin orang tidak nyaman, kan? Saya kayaknya senang ada UpScrolled yang menawarkan ruang digital yang lebih bebas, tapi kenapa harus ada platform lain dulu sebelum ini? Dan gimana caranya sih UpScrolled bisa benar-benar free dari pengaruh campur tangan pemerintah atau apa keuntungan besar dari modal ventura yang mereka rasakan?
 
Mengenang peristiwa Alex Pretti di Minneapolis itu, aku pikir platform media sosial harus jujur dan tidak memblokir konten yang positif. Mereka harus mengakui bahwa ada orang-orang yang terus berjuang untuk hak-hak mereka, seperti palestina. Aku senang banget dengan UpScrolled itu, dia menjadi contoh bagus dari media sosial yang benar-benar peduli dengan pengguna di dunia ini 🙌
 
Hai, aku rasa ini benar-benar kejutan banget! Apalagi ketika video Alex Pretti itu dihapus oleh TikTok, itu seperti penghinaan terhadap perjuangan suka-suka suara yang diucapkan oleh masyarakat. Aku pikir ini adalah contoh bagus dari bagaimana media sosial dapat berubah menjadi alat untuk membatasi kebebasan ekspresi.

Aku juga senang melihat bahwa ada UpScrolled yang menjadi platform alternatif yang lebih adil dan transparan. Issam Hijazi, pendiri platform ini, benar-benar luar biasa dengan bagaimana dia dapat menemukan ide untuk menciptakan ruang digital yang sebenarnya menghargai kemanusiaan di atas logika keuntungan. Aku rasa ini adalah contoh yang baik bagi kita semua untuk menjadi pemicu perubahan.

Dan aku juga setuju dengan pendirian UpScrolled menolak pendanaan dari modal ventura besar dan campur tangan pemerintah. Aku pikir ini adalah langkah strategis yang benar-benar diperlukan agar kita dapat menjaga perlindungan data sesuai standar Regulasi Perlindungan Data (GDPR) Eropa.

Aku rasa ini adalah titik balik bagi kita semua, di mana kita dapat berubah dari menjadi pengguna media sosial hanya untuk hiburan, menjadi orang yang lebih sadar dan aktif dalam memahami bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi dengan cara yang lebih adil dan etis. 🤝💻
 
Gue penasaran kalau TikTok dan Meta mau nghapus video Alex Pretti kayak gini? Mereka udah punya kesempatan banyak, tapi ternyata kurang peduli dengar suara rakyat. Gue pikir platform seperti UpScrolled ini perlu ada, jadi orang bisa berbagi cerita tanpa takut di blocked. Tapi, gue juga curious banget bagaimana upScrolled ini bisa jadi, sih? Dari latar belakang Issam Hijazi kayaknya memiliki komitmen yang kuat untuk membuat platform ini. Saya harap platform ini bisa menjadi contoh bagi media sosial lainnya.
 
gampang banget nih, TikTok itu jadi terlalu berat sekali, apa lagi kalau kalian pro-Palestina 😩. UpScrolled itu menjadi tempat yang aman banget, seperti platform yang tidak mau di-influensial oleh pihak luar 🤝. kayaknya perlu di-perhatikan juga bagaimana algoritma media sosial kita bisa lebih adil dan tidak membunuh suara-suara kecil 📢.
 
Aku pikir ini benar-benar inspiratif banget! Kenapa gini, ada platform baru yang diinisiasi oleh diaspora Palestina-Australia ini bisa jadi solusi bagi masalah konten moderasi yang sering dibatasi. Gimana caranya sih UpScrolled bisa jadi ruang digital yang benar-benar aman dan bebas untuk dibagikan, kayaknya bisa bikin perubahan besar di dunia online 💻👍
 
Gue rasa upscrolled ini kayak giliran bagi kita orang Indonesia yang senang ngasih suara di media sosial. Sekarang kita punya opsi lain selain TikTok yang jadi milik konglomerat pro-Israel. Gue suka banget caranya menolak logika keuntungan di atas kemanusiaan, kayak gini kita harus mendoakan agar media sosial menjadi tempat kita bisa bercerita tanpa takut diblokir.
 
Pada akhirnya ada media sosial yang mau jujur dan peduli dengan kebenaran ya, kala ini UpScrolled menjadi harapan bagi kita semua. Bayangkan aja kalau TikTok atau Meta bisa menjadi contoh di Indonesia ya? Mereka harus lebih bertanggung jawab dalam mengatur konten mereka dan tidak hanya cari keuntungan dari segalanya. Saya rasa UpScrolled akan menjadi contoh bagus untuk kita semua, jangan sabar-sabikin aja kalau platform ini bisa berkembang lebih baik lagi ya 🤞
 
Maksudnya kalau TikTok ini mau hapus video tentang Alex Pretti karena dia menghadapi agen imigrasi, tapi mereka lupa bahwa ada banyak orang yang menurut mereka adalah korban kebehasaan dan eksploitasi sistem. Nah, UpScrolled itu keren banget! Seperti platform digital yang jujur dan tidak mau tertipu oleh logika keuntungan. Sama-samanya, kita butuh platform yang bisa menawarkan ruang digital yang aman untuk suara-suara terpinggirkan. Dan kalau mereka mau bekerja sama dengan pemegang saham yang pro-Palestina, itu lagi-lagi bukti bahwa UpScrolled siap berjuang melawan kebehasaan dan kaku. Hehe, siapa tahu nanti platform ini bisa jadi jodoh kita! 🤣👍
 
Okeek, tiktok itu gini banget! Membuang video Alex Pretti itu seperti tidak ada gairah sama sekali 🙄. Membuat pengguna merasa nggak bisa berbagi ide atau informasi yang penting. Nah, UpScrolled itu jadi platform yang bagus, kayaknya bisa memberikan ruang bebas bagi pengguna untuk berbagi opini dan informasi tanpa stigmatisasi 😊. Saya senang melihat Issam Hijazi mendirikan platform ini sebagai tanggapan terhadap kelemahan TikTok. Bayangkan kalau ada banyak platform seperti UpScrolled, itu akan membuat media sosial menjadi lebih adil dan transparan 🤝!
 
Aku pikir ni peristiwa yang bikin kita berpikir tentang bagaimana kita bisa menggunakan teknologi untuk mendukung keadilan dan kemakmuran. Seperti aja, perbedaan antara TikTok dan UpScrolled adalah besar banget!

Tapi, aku penasaran bagaimana dampaknya dari sisi pengguna di Indonesia. Apakah kita juga akan menemukan ruang alternatif yang serupa seperti UpScrolled? Aku harap ada platform yang bisa menolong kita untuk mendapatkan informasi yang lebih berimbang dan tidak dipengaruhi oleh faktor politik atau bias.

Dan, aku rasa perlu diingat bahwa kebebasan ekspresi dan akses informasi adalah hak asasi manusia. Jadi, kita harus terus berjuang untuk menjaga bahwa hak ini tidak dipungut biaya oleh pihak yang ingin mengontrol informasi.
 
iya bro, ini kalau nonton dari sisi pengguna media sosial, rasanya ada yang jadi lebih paham kan? TikTok yang diakuisisi oleh konglomerat pro-Israel ini bilang apa lagi kebijakan moderasinya, kini ada platform lain yang bisa jadi alternatif yang lebih buat seluruh orang 🤔. UpScrolled ini diinisiasi oleh diaspora Palestina-Australia dan jadi bukti bahwa ada yang mau mengejar suara-suara yang terpinggirkan dari media sosial besar 👥. Saya rasa ini bisa bikin perubahan positif, apalagi kalau platform seperti ini juga mematuhi standar perlindungan data yang wajar 📊.
 
Wah, luar biasa aja aksi UpScrolled ini 🤯! Mereka benar-benar menciptakan ruang digital yang bebas dari kepentingan dan stereotip 🙏. TikTok sih jangan boleh menghapus video Alex Pretti itu 😡. Bagus banget mereka menemukan cara untuk memberikan transparansi penuh dan moderasi konten yang dijalankan manusia, bukan AI 🤖. Saya juga senang lihat pengguna media sosial ini mulai mencari alternatif yang lebih baik 📱. Yang penting adalah suara-suara terpinggirkan bisa ditemukan dan didengar 🗣️.
 
kembali
Top