Kepemimpinan Venezuela dalam ketidakstabilan global kembali menjadi titik fokus. Pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Amerika Serikat menegaskan keinginannya mengambil alih kendali langsung atas Venezuela. Pemberontakan ini diawali dengan penangkapan Maduro sendiri.
Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat menetapkan pasukan sekitar 15 ribu di dekat Venezuela yang dipimpin oleh Presiden sementara Delcy Rodríguez. Penjajahan ini menjadi perdebatan di kalangan masyarakat dunia, dengan berbagai negara menyatakan penolakannya.
Presiden Trump dan para pendukungnya mengklaim bahwa mereka akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memulihkan Venezuela dari rezim Maduro. Namun, keinginan ini ditanggapi dengan kemarahan oleh banyak warga Venezuela, termasuk mantan presiden María Corina Machado.
"Kami tidak ingin Amerika Serikat menentukan arah kami. Kami ingin melakukan pemilu sendiri," katanya kepada CNBC Indonesia.
Sementara itu, menteri luar negeri AS Marco Rubio mengklaim telah berbicara dengan Rodríguez dan mendapatkanjanjinya untuk melakukan apa pun yang diinginkan oleh Washington. Namun, Rodriguez menolak.
"Ia tidak mengatakan apa-apa," katanya kepada majalah The Atlantic.
Banyak warga Venezuela juga menyatakan kekhawatiran tentang penangkapan Maduro dan kehadiran pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
"Kami ingin Presiden sementara Delcy Rodríguez menyelesaikan masalah ekonomi dan kesehatan yang menghantam kami," katanya kepada CNBC Indonesia.
Pemerintah Kuba, sekutu utama Venezuela, juga menyatakan kesulitan dalam menghadapi serangan dari Amerika Serikat.
Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat menetapkan pasukan sekitar 15 ribu di dekat Venezuela yang dipimpin oleh Presiden sementara Delcy Rodríguez. Penjajahan ini menjadi perdebatan di kalangan masyarakat dunia, dengan berbagai negara menyatakan penolakannya.
Presiden Trump dan para pendukungnya mengklaim bahwa mereka akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memulihkan Venezuela dari rezim Maduro. Namun, keinginan ini ditanggapi dengan kemarahan oleh banyak warga Venezuela, termasuk mantan presiden María Corina Machado.
"Kami tidak ingin Amerika Serikat menentukan arah kami. Kami ingin melakukan pemilu sendiri," katanya kepada CNBC Indonesia.
Sementara itu, menteri luar negeri AS Marco Rubio mengklaim telah berbicara dengan Rodríguez dan mendapatkanjanjinya untuk melakukan apa pun yang diinginkan oleh Washington. Namun, Rodriguez menolak.
"Ia tidak mengatakan apa-apa," katanya kepada majalah The Atlantic.
Banyak warga Venezuela juga menyatakan kekhawatiran tentang penangkapan Maduro dan kehadiran pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
"Kami ingin Presiden sementara Delcy Rodríguez menyelesaikan masalah ekonomi dan kesehatan yang menghantam kami," katanya kepada CNBC Indonesia.
Pemerintah Kuba, sekutu utama Venezuela, juga menyatakan kesulitan dalam menghadapi serangan dari Amerika Serikat.