Sibolga dan Tapteng masih terkena dampak banjir bandang, hingga hari ini. Dua daerah tersebut termasuk dalam wilayah yang parah terdampak bencana banjir dan longsor.
Menurut data sementara yang diterbitkan BPBD Sumut, 17 orang meninggal di Sibolga dan empat orang meninggal di Tapteng. Pemerintah sudah mendirikan posko nasional untuk melanggengkan penanganan bencana banjir dan longsor. Sementara itu, Polda Sumatera Utara melalui Instagram @poldasumaterautara telah mengadakan penyaluran personel 1.030 orang dan fokusnya mencakup evakuasi, pencarian korban, buka akses terputus, serta distribusi bantuan kepada korban.
Polda Sumut menyatakan ada 221 titik lokasi kejadian banjir dan longsor yang telah terjadi. Bencana ini menyebabkan 1.168 jiwa mengungsi dan 88 orang masih dicari.
Berdasarkan data sementara BPBD, total korban bencana hidrometeorologi mencapai 47 orang meninggal dunia. 17 dari total tersebut merupakan warga Sibolga yang mayoritas berasal dari Kecamatan Sibolga Selatan.
Menurut data sementara yang diterbitkan BPBD Sumut, 17 orang meninggal di Sibolga dan empat orang meninggal di Tapteng. Pemerintah sudah mendirikan posko nasional untuk melanggengkan penanganan bencana banjir dan longsor. Sementara itu, Polda Sumatera Utara melalui Instagram @poldasumaterautara telah mengadakan penyaluran personel 1.030 orang dan fokusnya mencakup evakuasi, pencarian korban, buka akses terputus, serta distribusi bantuan kepada korban.
Polda Sumut menyatakan ada 221 titik lokasi kejadian banjir dan longsor yang telah terjadi. Bencana ini menyebabkan 1.168 jiwa mengungsi dan 88 orang masih dicari.
Berdasarkan data sementara BPBD, total korban bencana hidrometeorologi mencapai 47 orang meninggal dunia. 17 dari total tersebut merupakan warga Sibolga yang mayoritas berasal dari Kecamatan Sibolga Selatan.