Korban Banjir Sumatra Tambah 4 Jiwa, Jumlahnya Sampai 1.182 Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan empat korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November 2025 lalu. Jumlah korban tewas hingga Jumat (9/1/2026) mencapai 1.182 jiwa.
Penambahan ini berasal dari empat provinsi yaitu Aceh Utara, Langkat, dan Tapanuli Tengah. Sebelumnya sudah dilaporkan adanya korban meninggal dunia di Aceh Selatan dan Lima Puluh Kota. Peningkatan jumlah korban tewas ini merupakan bukti bahwa bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra masih belum berakhir.
Sementara itu, BNPB juga melaporkan adanya 145 jiwa yang masih dinyatakan hilang. Namun, data ini masih sedang dalam proses validasi dan disesuaikan setiap harinya. Sementara itu, jumlah korban mengungsi di wilayah tersebut adalah sebanyak 238.627 orang.
BNPB juga melaporkan bahwa telah dilakukan operasi logistik untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Logistik ini sudah dominan menggunakan jalur darat dengan jumlah yang lebih besar. Namun, pengiriman logistik melalui jalur udara masih dilakukan untuk menjangkau titik masyarakat yang terpencil dan sulit diakses.
Selain itu, BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana susulan di puncak musim hujan. Operasi ini dilakukan bersama-sama dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) untuk mengantisipasi potensi kerusakan akibat hujan ekstrem.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan empat korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November 2025 lalu. Jumlah korban tewas hingga Jumat (9/1/2026) mencapai 1.182 jiwa.
Penambahan ini berasal dari empat provinsi yaitu Aceh Utara, Langkat, dan Tapanuli Tengah. Sebelumnya sudah dilaporkan adanya korban meninggal dunia di Aceh Selatan dan Lima Puluh Kota. Peningkatan jumlah korban tewas ini merupakan bukti bahwa bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra masih belum berakhir.
Sementara itu, BNPB juga melaporkan adanya 145 jiwa yang masih dinyatakan hilang. Namun, data ini masih sedang dalam proses validasi dan disesuaikan setiap harinya. Sementara itu, jumlah korban mengungsi di wilayah tersebut adalah sebanyak 238.627 orang.
BNPB juga melaporkan bahwa telah dilakukan operasi logistik untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Logistik ini sudah dominan menggunakan jalur darat dengan jumlah yang lebih besar. Namun, pengiriman logistik melalui jalur udara masih dilakukan untuk menjangkau titik masyarakat yang terpencil dan sulit diakses.
Selain itu, BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana susulan di puncak musim hujan. Operasi ini dilakukan bersama-sama dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) untuk mengantisipasi potensi kerusakan akibat hujan ekstrem.