Dua hari kemarin, BNPB melaporkan penambahan korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh Utara, Langkat, serta Tapanuli Tengah. Penambahan ini menambah jumlah total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, penambahan ini berasal dari ketiga wilayah tersebut.
"Di Aceh Utara kami menemukan satu korban meninggal dunia, di Langkat dua orang, dan di Tapanuli Tengah satu lagi. Penambahan jumlah korban meninggal dunia ini membuat total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," ujar Abdul Muhari saat sidang konferensi pers perkembangan bencana Sumatra di Gedung BNPB, Jakarta.
Selain itu, 145 jiwa masih dinyatakan hilang, tetapi data tersebut masih terus dilakukan validasi dan disesuaikan setiap harinya. Korban mengungsi mencapai 238.627 orang.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik. Pembenaran ini masih dominan menggunakan jalur darat dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan pengiriman melalui jalur udara.
"Di Aceh Utara kami menemukan satu korban meninggal dunia, di Langkat dua orang, dan di Tapanuli Tengah satu lagi. Penambahan jumlah korban meninggal dunia ini membuat total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," ujar Abdul Muhari saat sidang konferensi pers perkembangan bencana Sumatra di Gedung BNPB, Jakarta.
Selain itu, 145 jiwa masih dinyatakan hilang, tetapi data tersebut masih terus dilakukan validasi dan disesuaikan setiap harinya. Korban mengungsi mencapai 238.627 orang.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik. Pembenaran ini masih dominan menggunakan jalur darat dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan pengiriman melalui jalur udara.