Dua hari kemarin, BNPB melaporkan penambahan 4 korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatra Barat. Jumlah korban meninggal dunia hingga hari ini mencapai 1.182 jiwa. Pertambahan itu terjadi di wilayah Aceh Utara, Langkat, dan Tapanuli Tengah.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, penambahan korban meninggal dunia ini disebabkan oleh banjir bandang yang terjadi di daerah-daerah tersebut. "Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa," ujar Abdul Muhari.
Selain itu, BNPB juga melaporkan bahwa 145 orang masih dinyatakan hilang. Namun, data korban hilang ini masih sedang dalam proses validasi dan disesuaikan setiap harinya. Sementara itu, sebanyak 238.627 orang telah menjadi pengungsi akibat banjir dan longsor.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, BNPB terus menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana. Pemakaian jalur darat dalam penyediaan logistik lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Namun, pengiriman logistik melalui jalur udara masih dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari posko utama.
BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana susulan di puncak musim hujan.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, penambahan korban meninggal dunia ini disebabkan oleh banjir bandang yang terjadi di daerah-daerah tersebut. "Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari Aceh Utara satu jiwa, Langkat dua jiwa, dan Tapanuli Tengah satu jiwa," ujar Abdul Muhari.
Selain itu, BNPB juga melaporkan bahwa 145 orang masih dinyatakan hilang. Namun, data korban hilang ini masih sedang dalam proses validasi dan disesuaikan setiap harinya. Sementara itu, sebanyak 238.627 orang telah menjadi pengungsi akibat banjir dan longsor.
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, BNPB terus menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana. Pemakaian jalur darat dalam penyediaan logistik lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Namun, pengiriman logistik melalui jalur udara masih dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari posko utama.
BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu bencana susulan di puncak musim hujan.