Dua hari terakhir, Sumatra terkena tindakan alam yang sangat berat. Banyak penduduknya diperlakukan sebagai pasiun dan korban banjir serta longsor di wilayah-wilayah mereka sendiri.
Kementerian Pelaksanaan Bencana Nasional (PBBN) telah mendaftarkan total 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang dan 12 orang terluka parah akibat banjir. Sempat membuat semua akses utama transportasi darat hingga akses komunikasi terputus di berbagai titik.
Kemudian sebagian dari kehilangan itu telah ditambah dengan 35 jiwa yang meninggal dunia, 25 orang hilang dan 8 orang luka-luka pada provinsi Aceh.
Akses transportasi di beberapa wilayah juga mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional perbatasan Sumut-Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh-Lhokseumawe-Aceh Timur-Langsa-Aceh Tamiang.
Sebaliknya, total korban meninggal dunia dari banjir yang terjadi hingga saat ini mencapai 174 orang dan masih diperkirakan ada sekitar 79 orang hilang. Korban dari banjir juga disebabkan oleh longsor, mengutip sumber PBBN.
Kemudian dalam beberapa hari terakhir, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sarana transportasi di provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dalam waktu ini, terdapat 4.846 keluarga yang tergabung dengan pengungsian.
Kementerian Pelaksanaan Bencana Nasional (PBBN) telah mendaftarkan total 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang dan 12 orang terluka parah akibat banjir. Sempat membuat semua akses utama transportasi darat hingga akses komunikasi terputus di berbagai titik.
Kemudian sebagian dari kehilangan itu telah ditambah dengan 35 jiwa yang meninggal dunia, 25 orang hilang dan 8 orang luka-luka pada provinsi Aceh.
Akses transportasi di beberapa wilayah juga mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional perbatasan Sumut-Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh-Lhokseumawe-Aceh Timur-Langsa-Aceh Tamiang.
Sebaliknya, total korban meninggal dunia dari banjir yang terjadi hingga saat ini mencapai 174 orang dan masih diperkirakan ada sekitar 79 orang hilang. Korban dari banjir juga disebabkan oleh longsor, mengutip sumber PBBN.
Kemudian dalam beberapa hari terakhir, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sarana transportasi di provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dalam waktu ini, terdapat 4.846 keluarga yang tergabung dengan pengungsian.