Tiga hari beroperasi, banjir Jakarta mulai mengalami penurunan. Kini, kondisi genangan air di Jakarta Barat dan Utara mulai kering, tapi masih ada beberapa daerah yang terkena dampak banjir.
Kondisi genangan air paling parah di Jakarta Selatan dan Timur, terutama di bantaran Sungai Ciliwung. Berdasarkan laporan Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, meluapnya sungai dan hujan deras memperparah kondisi genangan air yang masuk ke pemukiman warga.
Menurutnya, Jakarta Selatan dan Timur menjadi daerah yang paling parah karena banjir merendam wilayah bantaran Sungai Ciliwung dengan ketinggian mulai dari 1,5 hingga 3,5 meter. Di Jakarta Barat dan Utara, penurunan ketinggian air terdapat pada beberapa area, seperti di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Kembangan Selatan yang berangsur surut menjadi 20-30 cm.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Kondisi genangan air paling parah di Jakarta Selatan dan Timur, terutama di bantaran Sungai Ciliwung. Berdasarkan laporan Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, meluapnya sungai dan hujan deras memperparah kondisi genangan air yang masuk ke pemukiman warga.
Menurutnya, Jakarta Selatan dan Timur menjadi daerah yang paling parah karena banjir merendam wilayah bantaran Sungai Ciliwung dengan ketinggian mulai dari 1,5 hingga 3,5 meter. Di Jakarta Barat dan Utara, penurunan ketinggian air terdapat pada beberapa area, seperti di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Kembangan Selatan yang berangsur surut menjadi 20-30 cm.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.