Kebakaran banjir di Jakarta meluas, menyerang lebih dari 140 RT dan 16 jalan. Menurut data yang diterima, kebakaran banjir ini paling parah di sekitar Jaksel.
Di Jakarta Barat, 40 RT terdampak, yaitu Kel. Duri Kosambi (5 RT) dengan ketinggian 50-120 cm, penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke. Sedangkan di Kel. Kapuk (3 RT), terjadi peningkatan ketinggian hanya 50-65 cm karena curah hujan tinggi.
Di Jakarta Pusat, 5 RT terdampak, yaitu Kel. Bendungan Hilir dengan ketinggian 40 cm dan penyebabnya adalah curah hujan tinggi. Sedangkan di Jakarta Selatan, 63 RT terdampak, yaitu Kel. Pondok Labu (1 RT) dengan ketinggian 30 cm dan penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Sementara itu, Jakarta Timur juga terkena dampaknya, yaitu 30 RT terdampak di Kel. Rawa Terate (1 RT) dengan ketinggian 80 cm dan penyebabnya adalah curah hujan tinggi.
Data ini memberikan gambaran tentang skala kebakaran banjir yang meluas di Jakarta, sehingga perlu disertai tindakan pencegahan untuk mencegah dampaknya.
Di Jakarta Barat, 40 RT terdampak, yaitu Kel. Duri Kosambi (5 RT) dengan ketinggian 50-120 cm, penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke. Sedangkan di Kel. Kapuk (3 RT), terjadi peningkatan ketinggian hanya 50-65 cm karena curah hujan tinggi.
Di Jakarta Pusat, 5 RT terdampak, yaitu Kel. Bendungan Hilir dengan ketinggian 40 cm dan penyebabnya adalah curah hujan tinggi. Sedangkan di Jakarta Selatan, 63 RT terdampak, yaitu Kel. Pondok Labu (1 RT) dengan ketinggian 30 cm dan penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Sementara itu, Jakarta Timur juga terkena dampaknya, yaitu 30 RT terdampak di Kel. Rawa Terate (1 RT) dengan ketinggian 80 cm dan penyebabnya adalah curah hujan tinggi.
Data ini memberikan gambaran tentang skala kebakaran banjir yang meluas di Jakarta, sehingga perlu disertai tindakan pencegahan untuk mencegah dampaknya.