Kekuatan real Madrid bukan hanya berdasar dari olahraga, tapi punya jejak kelam dalam politik. Sejarawan sepak bola dan sosiolog Profesor Alan Tomlinson, yang menandas bahwa olahraga dan politik tidak boleh dicampur adukkan, memberitakan bahwa sepak bola sudah tercampur dengan politik sejak dahulu kala. Berdasar itu, ada kalanya politik mempengaruhi permainan sepak bola.
Menurut Nick Fitzgerald, Real Madrid telah mendapatkan sukses di masa lalu seiring dengan campur tangan diktator Spanyol, Francisco Franco. Meskipun demikian, para fans Real Madrid tidak mau terlibat dalam kontroversi tersebut dan lebih memilih untuk menolak menganggap hubungan yang ada itu sebagai bagian dari sejarah mereka.
Namun, ada beberapa borok kemanusiaan yang terjadi di dalamnya, seperti keadaan Dani Carvajal yang merupakan pendukung Vox, partai sayap kanan yang secara terang-terangan berdiri di sisi Israel. Dia sendiri pun dikenal sebagai pendukung Zionis Israel dan menunjukkan dukungan kepada peristiwa di Palestina dengan mengundang pemimpin Vox ke VIP Box Stadion Santiago Bernabéu.
Tentu saja hal ini tidak hanya membawa dampak pada permainan sepak bola, tapi juga berdampak pada keseharian para pemain dan penggemar Real Madrid. Dalam kasus seorang penjaga gawang, Thibaut Courtois yang menunjukkan dukungan kepada aktor genosida, sehingga mendapatkan donasi untuk Israel.
Sementara itu, presiden Real Madrid, Florentino Pérez terlihat berusaha menghindari kontroversi dan memilih untuk memberikan penjelasan bahwa dia adalah "fans" Real Madrid. Di balik semuanya terdapat konsep yang dikenal sebagai Galakticos.
Konsep tersebut membawa banyak manfaat bagi club yang punya tekanan besar seperti Real Madrid, tetapi juga menyebabkan banyak kontroversi dan menimbulkan masalah kemanusiaan. Di akhirnya, berdasarkan konsep ini terjadinya kekacauan yang besar pada tim.
Saat ini terdapat banyak penyalahgunaan konsep Galakticos oleh Real Madrid. Sehingga para fans club harus berhati-hati dan selalu memeriksa setiap keputusan mereka untuk memastikan apa yang ada di dalam tidak akan menyebabkan masalah kemanusiaan bagi timnya.
Menurut Nick Fitzgerald, Real Madrid telah mendapatkan sukses di masa lalu seiring dengan campur tangan diktator Spanyol, Francisco Franco. Meskipun demikian, para fans Real Madrid tidak mau terlibat dalam kontroversi tersebut dan lebih memilih untuk menolak menganggap hubungan yang ada itu sebagai bagian dari sejarah mereka.
Namun, ada beberapa borok kemanusiaan yang terjadi di dalamnya, seperti keadaan Dani Carvajal yang merupakan pendukung Vox, partai sayap kanan yang secara terang-terangan berdiri di sisi Israel. Dia sendiri pun dikenal sebagai pendukung Zionis Israel dan menunjukkan dukungan kepada peristiwa di Palestina dengan mengundang pemimpin Vox ke VIP Box Stadion Santiago Bernabéu.
Tentu saja hal ini tidak hanya membawa dampak pada permainan sepak bola, tapi juga berdampak pada keseharian para pemain dan penggemar Real Madrid. Dalam kasus seorang penjaga gawang, Thibaut Courtois yang menunjukkan dukungan kepada aktor genosida, sehingga mendapatkan donasi untuk Israel.
Sementara itu, presiden Real Madrid, Florentino Pérez terlihat berusaha menghindari kontroversi dan memilih untuk memberikan penjelasan bahwa dia adalah "fans" Real Madrid. Di balik semuanya terdapat konsep yang dikenal sebagai Galakticos.
Konsep tersebut membawa banyak manfaat bagi club yang punya tekanan besar seperti Real Madrid, tetapi juga menyebabkan banyak kontroversi dan menimbulkan masalah kemanusiaan. Di akhirnya, berdasarkan konsep ini terjadinya kekacauan yang besar pada tim.
Saat ini terdapat banyak penyalahgunaan konsep Galakticos oleh Real Madrid. Sehingga para fans club harus berhati-hati dan selalu memeriksa setiap keputusan mereka untuk memastikan apa yang ada di dalam tidak akan menyebabkan masalah kemanusiaan bagi timnya.