Uni Eropa berencana menghentikan penggunaan peralatan buatan China dalam infrastruktur penting di bulan depan. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan infrastruktur Uni Eropa, menurut laporan yang diterbitkan oleh Financial Times.
Menurut sumber-sumber yang dimakini oleh Financial Times, penggunaan peralatan buatan perusahaan China seperti Huawei dan ZTE dalam jaringan telekomunikasi, energi surya, dan perangkat pengujian sistem keamanan akan dilarang. Pada 20 Januari, Uni Eropa diharapkan untuk mengajukan proposal yang melarang penggunaan peralatan-peralatan tersebut.
Berdasarkan sumber-sumber yang dimakini Financial Times, ketentuan yang saat ini bersifat sukarela terkait penolakan penggunaan peralatan perusahaan China dapat menjadi wajib bagi semua negara anggota Uni Eropa. Penggunaan peralatan-peralatan tersebut dianggap sebagai risiko untuk keamanan dan ketahanan infrastruktur Uni Eropa.
Penggunaan peralatan buatan China dalam infrastruktur penting adalah isu yang telah dibahas secara luas dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah kejadian cyber-atak pada 2021 yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar di Uni Eropa. Pada saat itu, perusahaan-perusahaan tersebut dinyatakan memiliki hubungan yang ketat dengan pemerintah-pemerintah Tiongkok.
Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Eropa telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur di bawah kendalinya. Salah satu contoh tersebut adalah rencana untuk memindahkan perangkat pengujian sistem keamanan Uni Eropa dari perusahaan-perusahaan asing ke dalam negeri.
Dengan menghentikan penggunaan peralatan buatan China, Uni Eropa berharap dapat mengurangi ketergantungannya pada pemasok luar negeri dan meningkatkan ketahanannya dalam menangani ancaman keamanan yang ada.
Menurut sumber-sumber yang dimakini oleh Financial Times, penggunaan peralatan buatan perusahaan China seperti Huawei dan ZTE dalam jaringan telekomunikasi, energi surya, dan perangkat pengujian sistem keamanan akan dilarang. Pada 20 Januari, Uni Eropa diharapkan untuk mengajukan proposal yang melarang penggunaan peralatan-peralatan tersebut.
Berdasarkan sumber-sumber yang dimakini Financial Times, ketentuan yang saat ini bersifat sukarela terkait penolakan penggunaan peralatan perusahaan China dapat menjadi wajib bagi semua negara anggota Uni Eropa. Penggunaan peralatan-peralatan tersebut dianggap sebagai risiko untuk keamanan dan ketahanan infrastruktur Uni Eropa.
Penggunaan peralatan buatan China dalam infrastruktur penting adalah isu yang telah dibahas secara luas dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah kejadian cyber-atak pada 2021 yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar di Uni Eropa. Pada saat itu, perusahaan-perusahaan tersebut dinyatakan memiliki hubungan yang ketat dengan pemerintah-pemerintah Tiongkok.
Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Eropa telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur di bawah kendalinya. Salah satu contoh tersebut adalah rencana untuk memindahkan perangkat pengujian sistem keamanan Uni Eropa dari perusahaan-perusahaan asing ke dalam negeri.
Dengan menghentikan penggunaan peralatan buatan China, Uni Eropa berharap dapat mengurangi ketergantungannya pada pemasok luar negeri dan meningkatkan ketahanannya dalam menangani ancaman keamanan yang ada.