Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Ukraina, Rusia dan Amerika Serikat akan menggelar pertemuan pertama kali yang digelar ketiga negara tersebut di Abu Dhabi pada 23-24 Januari 2026. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk menyudahi perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama hampir empat tahun.
Dokumen kesepakatan perdamaian kini sudah lebih siap, namun menurut Zelenskyy, proses perdamaian masih belum selesai. Pertemuan di Abu Dhabi ini berlangsung di tengah dorongan diplomatik yang semakin intensif, setelah utusan AS Steve Witkoff mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
Sementara itu, baik Rusia maupun Ukraina belum menemukan kesepakatan terkait Donbas. Zelenskyy menyebut Donbas sebagai masalah wilayah menjadi isu paling krusial dan akan menjadi agenda utama dalam perundingan tersebut.
Rusia secara terbuka menyatakan Ukraina harus sepenuhnya menarik pasukan dari Donbas, syarat yang oleh Kyiv dianggap tidak dapat diterima. Kremlin menegaskan penarikan itu adalah "kondisi yang sangat penting", sedangkan Ukraina menilai menyerahkan wilayah hanya akan mendorong Rusia melakukan agresi lanjutan di masa depan.
Tentu saja, ini bukan pertama kalinya kedua negara tersebut berbicara tentang Donbas. Pada 21 Februari 2022, Putin mengakui wilayah separatis Donetsk dan Luhansk sebagai negara merdeka dan mengirim pasukan Rusia ke sana dengan dalih sebagai "penjaga perdamaian". Tiga hari kemudian, pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.
Pertemuan di Abu Dhabi ini memiliki harapan untuk menyudahi perang yang telah berlangsung selama hampir empat tahun. Namun, masih banyak keragaman pendapat antara kedua negara tersebut sehingga belum dipastikan apakah pertemuan ini akan berujung pada pengakhiran perang.
Dokumen kesepakatan perdamaian kini sudah lebih siap, namun menurut Zelenskyy, proses perdamaian masih belum selesai. Pertemuan di Abu Dhabi ini berlangsung di tengah dorongan diplomatik yang semakin intensif, setelah utusan AS Steve Witkoff mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
Sementara itu, baik Rusia maupun Ukraina belum menemukan kesepakatan terkait Donbas. Zelenskyy menyebut Donbas sebagai masalah wilayah menjadi isu paling krusial dan akan menjadi agenda utama dalam perundingan tersebut.
Rusia secara terbuka menyatakan Ukraina harus sepenuhnya menarik pasukan dari Donbas, syarat yang oleh Kyiv dianggap tidak dapat diterima. Kremlin menegaskan penarikan itu adalah "kondisi yang sangat penting", sedangkan Ukraina menilai menyerahkan wilayah hanya akan mendorong Rusia melakukan agresi lanjutan di masa depan.
Tentu saja, ini bukan pertama kalinya kedua negara tersebut berbicara tentang Donbas. Pada 21 Februari 2022, Putin mengakui wilayah separatis Donetsk dan Luhansk sebagai negara merdeka dan mengirim pasukan Rusia ke sana dengan dalih sebagai "penjaga perdamaian". Tiga hari kemudian, pada 24 Februari 2022, Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.
Pertemuan di Abu Dhabi ini memiliki harapan untuk menyudahi perang yang telah berlangsung selama hampir empat tahun. Namun, masih banyak keragaman pendapat antara kedua negara tersebut sehingga belum dipastikan apakah pertemuan ini akan berujung pada pengakhiran perang.