Uang Primer Adjusted Capai Rp2.367 T di Akhir 2025, Naik 16,8%

Uang Primer Adjusted Capai Rp2,367 T di Akhir 2025, Naik 16,8%

Menurut Bank Indonesia, uang primer adjusted pada Desember 2025 mencapai Rp2.367,8 triliun, menunjukkan pertumbuhan 16,8 persen dari periode sebelumnya. Ini merupakan peningkatan dari November 2025, yang mencatat posisi M0 adjusted sebesar Rp2.136,2 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dipengaruhi oleh insentif likuiditas melalui pengendalian moneter adjusted yang diberikan Bank Indonesia. Insentif likuiditas tersebut memperhitungkan dampak pemberian likuiditas, termasuk Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM), ke perbankan.

Pemerintah meningkatkan insentif likuiditas bagi perbankan yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat melalui interest rate channel. Sementara itu, untuk penyaluran kredit melalui lending channel, insentif likuiditas tetap besar dengan maksimal 4,5 persen dari dana pihak ketiga (DPK).

Total insentif KLM yang telah dikucurkan Bank Indonesia mencapai Rp388,1 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada bank BUMN sebesar Rp177,1 triliun, bank umum swasta nasional (BUSN) Rp169,5 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) Rp34,6 triliun, serta kantor cabang bank asing (KCBA) Rp7,0 triliun.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyesuaikan besaran insentif KLM untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit/pembiayaan perbankan. Ia juga menyesuaikan besaran insentif yang bersumber dari penyaluran kredit atau pembiayaan ke sektor-sektor tertentu.

Peningkatan giro bank umum di Bank Indonesia dan uang kartal yang diedarkan juga memicu pertumbuhan M0 adjusted pada Desember 2025. Giro bank umum tercatat tumbuh 35,1 persen menjadi Rp979,86 triliun, sedangkan uang kartal yang diedarkan mencapai Rp1.359,9 triliun.
 
aku pikir ini pengulangan kalau kita gini selalu mengejar uang kan apa buat apa? tapi gimana kalau kita fokus pada manfaatnya? seperti bagaimana uang primer adjusted ini bisa memberi kesempatan bagi perbankan untuk lebih banyak menyajikan kredit kepada orang-orang yang membutuhkannya. itu bukan hanya tentang meningkatkan suku bunga kredit, tapi juga tentang memberi peluang bagi masyarakat untuk memiliki akses ke pinjaman dan uang.

atau mungkin kita bisa belajar dari hal ini bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tentang meningkatkan jumlah uang primer adjusted, tapi juga tentang bagaimana kita menggunakan uang tersebut dengan bijak. jadi, bukan hanya tentang mengejar target, tapi juga tentang memberikan manfaat bagi masyarakat.

dan salah satu yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memastikan bahwa insentif likuiditas ini tidak hanya membantu perbankan besar-besaran, tapi juga bagi perbankan kecil dan sedang. agar kita bisa merasakan kesempatan yang sama.
 
Maksudnya apa nih? Uang primer adjustement capai Rp2,367 T di akhir 2025, itu nggak kecil deh! Pertumbuhan 16,8% dari periode sebelumnya kayak gampang banget. Saya rasa ini karena pemerintah dan Bank Indonesia suka ngeringkatkan insentif likuiditas agar perbankan bisa lebih mudah memberikan kredit, kan? Gini bikin suku bunga kredit turun, makin banyak orang ingin membeli rumah atau mobil. Saya pikir ini kayaknya bakal nggabung dengan peningkatan giro bank umum dan uang kartal yang diedarkan, tapi juga perlu diawasi agar tidak melebihi batas aja!
 
Maksudnya, gini ya! M0 adjusted naik 16,8% itu bukan mainan, bro! Artinya uang primer kita bisa jadi lebih mudah diakses oleh masyarakat. Mungkin ini akan membantu perekonomian kita tumbuh lebih baik. Saya senang melihat Bank Indonesia dan pemerintah yang bisa memberikan insentif likuiditas yang baik untuk perbankan dan masyarakat. Ini bisa membuat suku bunga kredit jadi lebih rendah, sih! Kita bisa jadi lebih mudah mendapatkan uang pinjaman dari bank, bro! πŸ€‘πŸ“ˆ
 
Makasih udah diinformasikan kabar ini 😊. Benar-benar makasih kena dari pemerintah, nggak terlalu banyak insentif likuiditas yang diberikan kepada perbankan. Makanya suku bunga kredit makin turun, aja kita harap makin mudah mendapat pinjaman jika butuh πŸ˜…. Yang penting adalah pertumbuhan ekonomi makin stabil dan makin kuat πŸ’ͺ. Jadi, apa itu yang terpenting adalah tidak memandang hanya uang saja, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menggunakan uang tersebut untuk kebaikan orang lain, ya? 🀝 Kita jangan lupa untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat dan mencari solusi yang positif bagi semua pihak πŸ’‘.
 
Kalau gini kan? Pernah nggak pikir siapa yang mau punya uang primer yang banyak? πŸ€‘ Tapi sebenarnya kalau kita lihat dari sisi ekonomi, itu semua tentang keseimbangan. Jadi, pertumbuhan 16,8% ini juga bisa diartikan bahwa perbankan Indonesia semakin kuat, tapi juga harus diperhatikan agar tidak melebihi batas yang aman. Jadi, gini kalau kita tahu uang primer yang banyak, tapi gini kalau kita tahu bagaimana nanti dipakai dengan bijak. Kita harus lihat dari sisi penyaluran kredit, dan juga dari sisi moneter, agar tidak ada efek yang buruk ke dalam sistem ekonomi. πŸ€”
 
πŸ˜’ Kaya gini sih, Bank Indonesia selalu mencoba untuk meningkatkan nilai uang primer kita. Tapi apa keuntungan dari itu ya? 😐 Mereka kira aja kita akan lebih mudah menabung karena nilai uang primer kita naik? πŸ€‘ Nah, saya pikir kalau lebih baik buat memberikan insentif kepada masyarakat kita yang benar-benar membutuhkan uang. Saya rasa bank itu malah lebih fokus pada keuntungan perusahaan mereka πŸ˜’.
 
😊 Karena gini, uang primer adjusted naik 16,8% di tahun ini, tapi aku curious, kenapa demikian cepat? Aku pikir itu terkait dengan suku bunga kredit yang menurun. Aku lihat juga kalau insentif likuiditas meningkat untuk bank umum swasta nasional (BUSN). Tapi, apa itu sebenarnya artinya jika suku bunga kredit terus naik? Apakah itu membantu masyarakat atau tidak? πŸ€”
 
aku pikir ini kena diawasi dulu, kalau gini kena menaikin suku bunga terus aja sih πŸ€‘. perlu ada batas ya, supaya uang tidak melayang. aku juga curiga giro bank umum naik 35,1 persen itu kabur sih, sepertinya ada sesuatu yang salah di dalamnya...
 
omong omongan tentang uang ini makin bikin kepala berputar 🀯! kira-kira siapa yang suka dengan peningkatan uang primer adjusted ini? tolong siapa yang bisa menjelaskan kenapa peningkatan ini seperti itu, gak ada jawaban πŸ™„. tapi aku pikir apa pun Bank Indonesia lakukan, aku akan mencoba bikin sendiri, misalnya bikin sendiri uang primer adjusted dengan menggunakan kartu kredit dan giro bank umum yang aku miliki 😜.
 
Kurangnya uang di dalam gampang, kan? Peningkatan ini bikin semuanya lebih mudah, tapi kalau dihitung lagi, artinya semua birokrasi dan korupsi yang terjadi sebelumnya, seperti pengalihan dana pihak ketiga, pasti ada di balik ini. Bank umum swasta nasional siapa yang bilang bahwa suku bunga kredit mereka bisa menurun itu bukan main? Dan giro bank umum dan uang kartal, ini semua sama dengan mencuri uang orang lain aja, tapi siapa yang mau ngeluh?
 
kembali
Top