Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi secara resmi menutup Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Senin (5/1/2026). Penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini tidak biasa karena diwarnai bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir November lalu.
Menurut Dudy, libur Nataru tahun ini dapat dikatakan sebagai Nataru yang tidak biasa. Di satu sisi, kita melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional. Namun di sisi lain, kita juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah.
Para penyelenggara angkutan harus melakukan upaya ekstra karena kondisi ini membuat beban kerja benar-benar berlapis. Kita menjalankan tugas pelayanan transportasi rutin, melayani operasional angkutan Nataru, dan pada saat yang sama kita juga terlibat langsung dalam dukungan bencana.
Dudy juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 dapat berjalan dengan baik, lancar, dan dalam kendali sepenuhnya. Dari sisi angkutan udara tercatat sebanyak 568 armada pesawat beroperasi, melayani 221 rute penerbangan domestik dan 38 rute internasional.
Sementara itu, dari sisi angkutan darat, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol sudah mencapai 2,85 juta dari total 2,9 juta proyeksi pengguna jalan tol. Puncak mobilitas masyarakat terjadi pada 20 Desember 2025 sebanyak 189 ribu kendaraan dan 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan.
Dudy juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana khususnya moda kereta api, bus, penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara harus mulai dipastikan sejak dini. Selain itu, para penyelenggara angkutan juga harus memperkuat manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi, termasuk di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara agar lonjakan penumpang dapat diantisipasi.
Terakhir, Dudy menekankan aspek keselamatan dan pengawasan harus menjadi prioritas utama melalui inspeksi teknis penyelenggaraan operasional serta disiplin terhadap standar-standar keselamatan.
Menurut Dudy, libur Nataru tahun ini dapat dikatakan sebagai Nataru yang tidak biasa. Di satu sisi, kita melayani mobilitas masyarakat dalam skala nasional. Namun di sisi lain, kita juga dihadapkan pada berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah.
Para penyelenggara angkutan harus melakukan upaya ekstra karena kondisi ini membuat beban kerja benar-benar berlapis. Kita menjalankan tugas pelayanan transportasi rutin, melayani operasional angkutan Nataru, dan pada saat yang sama kita juga terlibat langsung dalam dukungan bencana.
Dudy juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 dapat berjalan dengan baik, lancar, dan dalam kendali sepenuhnya. Dari sisi angkutan udara tercatat sebanyak 568 armada pesawat beroperasi, melayani 221 rute penerbangan domestik dan 38 rute internasional.
Sementara itu, dari sisi angkutan darat, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol sudah mencapai 2,85 juta dari total 2,9 juta proyeksi pengguna jalan tol. Puncak mobilitas masyarakat terjadi pada 20 Desember 2025 sebanyak 189 ribu kendaraan dan 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan.
Dudy juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana khususnya moda kereta api, bus, penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara harus mulai dipastikan sejak dini. Selain itu, para penyelenggara angkutan juga harus memperkuat manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi, termasuk di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara agar lonjakan penumpang dapat diantisipasi.
Terakhir, Dudy menekankan aspek keselamatan dan pengawasan harus menjadi prioritas utama melalui inspeksi teknis penyelenggaraan operasional serta disiplin terhadap standar-standar keselamatan.