Donald Trump kembali memberi kejutan pada umat Inggris, kali ini dengan menyebut mereka bodoh karena menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Menurutnya, keputusan itu sangat penting dan ditandai dengan "tindakan kebodohan besar".
Ternyata, penyerahan kepemilikan Chagos terjadi beberapa bulan lalu, seiring dengan kebijakan baru PBB yang menekankan perluasan pengaksesan untuk penderitaan. Dalam istrinya, Trump menyatakan bahwa Mauritius tidak memiliki hak untuk mengambil alih wilayah tersebut karena tidak memiliki sejarah panjang di sana.
Kepulauan Chagos merupakan bagian dari Mauritius yang berjarak sekitar 1.000 mil dengan Chagos itu sendiri. Pada abad ke-18, Kepulauan Chagos diklaim oleh Prancis tetapi kemudian jatuh ke tangan Inggris pada tahun 1814. Inggris memecah Chagos menjadi wilayah sendiri pada dekade 1960-an dan menjadi British Indian Ocean Territory, namun langkah itu kemudian mengundang perdebatan di antara Mauritius dan Inggris.
Setelah itu, pada tahun 2019, pengadilan internasional memutuskan bahwa keputusan Inggris untuk menjadikan Chagos sebagai wilayah sendiri adalah tindakan pendudukan ilegal. Majelis Umum PBB juga melepaskannya agar segera kembali dipegang oleh Mauritius.
Dengan menyerahkan Chagos, Inggris berharap untuk mempercepat proses pengaksesan dan mengurangi perdebatan dengan Mauritius yang sering mengkritik langkah itu. Namun, Donald Trump justru menyatakan pendapatnya secara terbuka, berujung pada konflik kepentingan antara Inggris dan AS yang bertujuan untuk mencaplok Greenland.
Sekarang pun dipertanyakan oleh banyak orang bagaimana keputusan itu akan berpengaruh bagi Inggris.
Ternyata, penyerahan kepemilikan Chagos terjadi beberapa bulan lalu, seiring dengan kebijakan baru PBB yang menekankan perluasan pengaksesan untuk penderitaan. Dalam istrinya, Trump menyatakan bahwa Mauritius tidak memiliki hak untuk mengambil alih wilayah tersebut karena tidak memiliki sejarah panjang di sana.
Kepulauan Chagos merupakan bagian dari Mauritius yang berjarak sekitar 1.000 mil dengan Chagos itu sendiri. Pada abad ke-18, Kepulauan Chagos diklaim oleh Prancis tetapi kemudian jatuh ke tangan Inggris pada tahun 1814. Inggris memecah Chagos menjadi wilayah sendiri pada dekade 1960-an dan menjadi British Indian Ocean Territory, namun langkah itu kemudian mengundang perdebatan di antara Mauritius dan Inggris.
Setelah itu, pada tahun 2019, pengadilan internasional memutuskan bahwa keputusan Inggris untuk menjadikan Chagos sebagai wilayah sendiri adalah tindakan pendudukan ilegal. Majelis Umum PBB juga melepaskannya agar segera kembali dipegang oleh Mauritius.
Dengan menyerahkan Chagos, Inggris berharap untuk mempercepat proses pengaksesan dan mengurangi perdebatan dengan Mauritius yang sering mengkritik langkah itu. Namun, Donald Trump justru menyatakan pendapatnya secara terbuka, berujung pada konflik kepentingan antara Inggris dan AS yang bertujuan untuk mencaplok Greenland.
Sekarang pun dipertanyakan oleh banyak orang bagaimana keputusan itu akan berpengaruh bagi Inggris.