Pemerintahan Trump telah mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali Venezuela dan cadangan minyaknya. Presiden Donald Trump berujung untuk menangkap dan dipenjarakan Nicolás Maduro, presiden yang telah menjadi sorotan dari pemerintah AS selama bertahun-tahun.
Tidak seperti hal yang terjadi di kebanyakan negara, kehadiran AS tidak hanya akan mengambil alih kendali Venezuela, tetapi juga mengelola cadangan minyaknya yang sangat besar tersebut. Trump berjanji bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat akan langsung masuk dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, serta mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut.
Namun, Chevron, satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih beroperasi di Venezuela, menanggapi serangan Trump dengan menyatakan bahwa mereka tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan, serta integritas aset mereka. Perusahaan ini juga menekankan bahwa mereka bekerja sama dengan Petróleos de Venezuela (PDVSA) dalam proyek-proyek produksi darat dan lepas pantai di Venezuela Barat dan Timur.
Sementara itu, Maduro, bersama istrinya dan putranya, telah secara resmi didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan konspirasi terorisme narkoba. Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan bahwa tiga warga Venezuela ini akan mendekam jika mereka dihukum.
Tidak seperti hal yang terjadi di kebanyakan negara, kehadiran AS tidak hanya akan mengambil alih kendali Venezuela, tetapi juga mengelola cadangan minyaknya yang sangat besar tersebut. Trump berjanji bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat akan langsung masuk dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, serta mulai menghasilkan uang untuk negara tersebut.
Namun, Chevron, satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih beroperasi di Venezuela, menanggapi serangan Trump dengan menyatakan bahwa mereka tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan, serta integritas aset mereka. Perusahaan ini juga menekankan bahwa mereka bekerja sama dengan Petróleos de Venezuela (PDVSA) dalam proyek-proyek produksi darat dan lepas pantai di Venezuela Barat dan Timur.
Sementara itu, Maduro, bersama istrinya dan putranya, telah secara resmi didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan konspirasi terorisme narkoba. Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan bahwa tiga warga Venezuela ini akan mendekam jika mereka dihukum.