Presiden Amerika Serikat Donald Trump sering sekali mengungkapkan ekspresinya, salah satunya saat dia menyatakan bahwa jika Partai Republik kalah dalam Pemilu Paruh Waktu periode November 2026, dia bisa dimakzulkan.
Ternyata, ini bukanlah pertama kalinya Trump mengutuk akibat dimakzulkannya. Meskipun dia mengaku terus berjuang untuk menjaga kekuasaannya, namun dalam beberapa kesempatan dia menyatakan bahwa jika partainya kalah, dia akan diadili dan dimakzulkan oleh DPR.
Dalam hal ini, Trump meminta kepada masyarakat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan pikiran publik, karena partainya memiliki kebijakan yang benar. Dia juga menekankan bahwa jika Partai Republik kalah, dia akan membuat sejarah dan akan meraih kemenangan besar dalam pemilu paruh waktu tersebut.
Di sisi lain, Trump masih optimis untuk merebut kembali penerusannya, meskipun berdasarkan beberapa jajak pendapat yang menunjukkan persetujuan masyarakat terhadapnya sekitar 42-45 persen.
Ternyata, ini bukanlah pertama kalinya Trump mengutuk akibat dimakzulkannya. Meskipun dia mengaku terus berjuang untuk menjaga kekuasaannya, namun dalam beberapa kesempatan dia menyatakan bahwa jika partainya kalah, dia akan diadili dan dimakzulkan oleh DPR.
Dalam hal ini, Trump meminta kepada masyarakat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan pikiran publik, karena partainya memiliki kebijakan yang benar. Dia juga menekankan bahwa jika Partai Republik kalah, dia akan membuat sejarah dan akan meraih kemenangan besar dalam pemilu paruh waktu tersebut.
Di sisi lain, Trump masih optimis untuk merebut kembali penerusannya, meskipun berdasarkan beberapa jajak pendapat yang menunjukkan persetujuan masyarakat terhadapnya sekitar 42-45 persen.