Pertimbangan Trump Mengenai Pembunuhan Presiden Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat operasi penangkapannya. Hal ini dilansir oleh wartawan AS yang bertemu dengan Trump di sebuah acara media.
Trump menyatakan bahwa selama operasi berlangsung, Maduro berupaya melarikan diri ke tempat yang dianggap aman. Namun, gagal melakukannya. Operasi itu dijalankan dengan "profesionalisme dan presisi" tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.
Dalam operasi tersebut, Departemen Kehakiman Amerika Serikat bekerja sama dengan dukungan militer AS untuk menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang telah didakwa. Pernyataan ini kemudian memicu sorotan internasional dan memperdalam ketegangan terkait tindakan AS di Venezuela.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengangkat isu tentang dampak serangan AS ke Venezuela bagi ekonomi Indonesia. Menurutnya, serangan tersebut tidak berdampak besar pada ekonomi RI, namun menyoroti lemahnya peran PBB dalam menjaga hukum internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat operasi penangkapannya. Hal ini dilansir oleh wartawan AS yang bertemu dengan Trump di sebuah acara media.
Trump menyatakan bahwa selama operasi berlangsung, Maduro berupaya melarikan diri ke tempat yang dianggap aman. Namun, gagal melakukannya. Operasi itu dijalankan dengan "profesionalisme dan presisi" tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.
Dalam operasi tersebut, Departemen Kehakiman Amerika Serikat bekerja sama dengan dukungan militer AS untuk menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang telah didakwa. Pernyataan ini kemudian memicu sorotan internasional dan memperdalam ketegangan terkait tindakan AS di Venezuela.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengangkat isu tentang dampak serangan AS ke Venezuela bagi ekonomi Indonesia. Menurutnya, serangan tersebut tidak berdampak besar pada ekonomi RI, namun menyoroti lemahnya peran PBB dalam menjaga hukum internasional.