Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak merencanakan untuk melancarkan operasi militer terhadap Kuba. Ia menyebut Kuba sebagai negara yang sedang gagal dan menilai sistem politik serta ekonominya tidak berjalan baik bagi rakyatnya.
Trump menegaskan bahwa langkah tersebut tidak ada dalam rencana saat ini. Kondisi Kuba yang tengah menghadapi kesulitan serius membuat Trump berpikir tentang kemungkinan pembahasan lebih lanjut di masa depan, namun bukan dalam konteks operasi militer.
Presiden AS itu menyatakan bahwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores telah dilakukan dan mereka diterbangkan ke luar negeri. Operasi tersebut memicu reaksi beragam dari negara-negara di kawasan Amerika Latin dan komunitas global.
Kementerian Luar Negeri Venezuela mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut.
Rodriguez meminta negara-negara di Tanah Air Agung untuk bersatu dan mengatakan apa yang terjadi pada Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan tersebut bisa diarahkan ke negara mana pun, katanya.
Perlu diingat bahwa penangkapan Maduro dan serangan militer AS terhadap Venezuela masih menjadi topik utama pembahasan di kawasan Amerika Latin dan komunitas global.
Trump menegaskan bahwa langkah tersebut tidak ada dalam rencana saat ini. Kondisi Kuba yang tengah menghadapi kesulitan serius membuat Trump berpikir tentang kemungkinan pembahasan lebih lanjut di masa depan, namun bukan dalam konteks operasi militer.
Presiden AS itu menyatakan bahwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores telah dilakukan dan mereka diterbangkan ke luar negeri. Operasi tersebut memicu reaksi beragam dari negara-negara di kawasan Amerika Latin dan komunitas global.
Kementerian Luar Negeri Venezuela mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut.
Rodriguez meminta negara-negara di Tanah Air Agung untuk bersatu dan mengatakan apa yang terjadi pada Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan tersebut bisa diarahkan ke negara mana pun, katanya.
Perlu diingat bahwa penangkapan Maduro dan serangan militer AS terhadap Venezuela masih menjadi topik utama pembahasan di kawasan Amerika Latin dan komunitas global.