Gelombang truk Cina masuk Indonesia, membuat industri otomotif nasional terancam. Selama puluhan tahun, lanskap kendaraan niaga di Indonesia hampir selalu didominasi oleh pabrikan-pabrikan Jepang, tetapi sekarang, ada tanda-tanda bahwa persaingan tak adil mengancam eksistensinya. Kini truk Cina mulai masuk dalam jumlah besar.
Selain itu, di beberapa lokasi tambang seperti Morowali dan Halmahera banyak truk Cina yang mendominasi ruang pergerakan mereka. Pertambangan nikel menjadi medan perang baru bagi industri otomotif nasional. Berdasarkan data General Administration of Customs of The Peopleโs Republic of China (GACC), pada 2024, sekitar 13.600 unit truk impor asal Cina membanjiri pasar Indonesia dengan nilai importasi mencapai 647 juta dolar AS.
Dari sisi harga, truk-truk Cina biasanya ditawarkan 20-30 persen lebih murah daripada merek Jepang. Dengan demikian, efisiensi menjadi kredo utama bagi para pengusaha tambang, yang dianggap sebagai solusi paling pas bagi mereka.
Dari sisi kapabilitas, truk-truk buatan Cina memiliki tenaga mesin dan kapasitas muat mencapai lebih dari 40 ton per ritase. Hal ini kemudian diterjemahkan menjadi sesuatu yang disebut efisiensi operasional.
Selain itu, di beberapa lokasi tambang seperti Morowali dan Halmahera banyak truk Cina yang mendominasi ruang pergerakan mereka. Pertambangan nikel menjadi medan perang baru bagi industri otomotif nasional. Berdasarkan data General Administration of Customs of The Peopleโs Republic of China (GACC), pada 2024, sekitar 13.600 unit truk impor asal Cina membanjiri pasar Indonesia dengan nilai importasi mencapai 647 juta dolar AS.
Dari sisi harga, truk-truk Cina biasanya ditawarkan 20-30 persen lebih murah daripada merek Jepang. Dengan demikian, efisiensi menjadi kredo utama bagi para pengusaha tambang, yang dianggap sebagai solusi paling pas bagi mereka.
Dari sisi kapabilitas, truk-truk buatan Cina memiliki tenaga mesin dan kapasitas muat mencapai lebih dari 40 ton per ritase. Hal ini kemudian diterjemahkan menjadi sesuatu yang disebut efisiensi operasional.