Pagi ini, Indonesia mengingat kembali peristiwa tragis 64 tahun yang lalu. Pada 7 Januari 1962, seorang konvoi yang membawa Presiden Soekarno (Bung Karno) menimbulkan kejutan di Jalan Cendrawasih Makassar, Sulawesi Selatan. Saat itu, kelompok orang mencoba membunuh Bung Karno saat ia berkunjung ke Makassar. Kelompok tersebut berhasil menghambat perjalanan Bung Karno dengan menembakkan granat.
Namun, karena keberuntungan, ledakan granat meleset dari mobil yang diemban oleh Bung Karno. Karena itu, ia bisa selamat. Tetapi, tidak demikian dengan puluhan orang lain yang berada di sekitar jalan dan terluka parah akibat kejadian tersebut.
Pernyataan Bung Karno setelah terjadinya insiden tersebut menyatakan bahwa dia sudah sadari bahwa lemparan granat berasal dari kelompok yang mencoba membunuhnya. Karena Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Belanda soal Irian Baru pada saat itu, Bung Karno percaya bahwa dalang dari kejahatan ini adalah kelompok yang dibiayai oleh Belanda.
Pada peristiwa tersebut, Bung Karno mengeluhkan pelaku pembunuhan ini dan menuduh mereka sebagai orang-orang yang tidak berpihak pada negara.
Namun, karena keberuntungan, ledakan granat meleset dari mobil yang diemban oleh Bung Karno. Karena itu, ia bisa selamat. Tetapi, tidak demikian dengan puluhan orang lain yang berada di sekitar jalan dan terluka parah akibat kejadian tersebut.
Pernyataan Bung Karno setelah terjadinya insiden tersebut menyatakan bahwa dia sudah sadari bahwa lemparan granat berasal dari kelompok yang mencoba membunuhnya. Karena Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Belanda soal Irian Baru pada saat itu, Bung Karno percaya bahwa dalang dari kejahatan ini adalah kelompok yang dibiayai oleh Belanda.
Pada peristiwa tersebut, Bung Karno mengeluhkan pelaku pembunuhan ini dan menuduh mereka sebagai orang-orang yang tidak berpihak pada negara.