Torino vs Udinese, Kemenangan Menjuluhkan Diri dengan Aksi Zaniolo dan Ekkelenkamp
Udinese berhasil menghancurkan Torino di kandang sendiri melalui aksi Nicolò Zaniolo dan Jurgen Ekkelenkamp yang penuh kecerdasan dan kreativitas. Meski pertandingan dimulai dengan tempo cepat, Udinese tidak sempat menunggu lama untuk mencetak gol jujur. Christian Kabasele berhasil mencetak gol pada menit ke-18, namun karena pelanggaran handball dari pemain Torino, gol tersebut dianggap offside dan dianulir.
Torino kemudian mencoba membalas lewat sundulan Cesare Casadei yang memaksa Maduka Okoye melakukan penyelamatan yang sangat berani. Namun, Udinese tetap menjadi tim yang lebih kuat dan mengancam melalui serangan balik yang pesat. Nicolò Zaniolo hampir berhasil mencetak gol, namun sepakan voli serta peluang satu-lawan-satunya masih bisa diredam oleh kiper Torino, Alberto Paleari.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Udinese tampil lebih agresif usai jeda. Kebuntuan akhirnya pecah setelah Nikola Vlasic kehilangan bola di lini tengah. Jurgen Ekkelenkamp yang sangat bijaksana melihat celah segera memicu serangan balik cepat, memberikan umpan kepada Zanoli yang kemudian melanjutkannya ke Nicolò Zaniolo. Dengan tenang, Zaniolo menyapu bola masuk ke gawang Torino.
Tertinggal satu gol, Torino hampir mendapatkan "hadiah" gol penyeimbang akibat kesalahan fatal Thomas Kristensen. Back-pass cerobohnya tanpa melihat posisi kiper memaksa Okoye berlari kencang untuk menyapu bola tepat di garis gawang.
Udinese akhirnya menggandakan keunggulan menjelang akhir laga. Keinan Davis melakukan akselerasi di sisi kiri dan mengirimkan umpan silang rendah yang diselesaikan dengan cerdas oleh Ekkelenkamp. Pemain asal Belanda tersebut mencungkil bola melewati sergapan Paleari untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Dalam menentukan hasil pertandingan, Torino tidak menyerah begitu saja. Harapan bangkit muncul ketika Valentino Lazaro melepaskan umpan silang akurat dari sisi kiri yang disambut sundulan tajam Cesare Casadei ke pojok gawang. Namun, peluang emas untuk menyamakan kedudukan tersebut berhasil digagalkan oleh blok krusial dari Oumar Solet. Udinese pun menutup laga dengan kemenangan tipis namun krusial.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Udinese untuk memperbaiki posisi di klasemen Serie A, sementara bagi Torino, kekalahan di kandang ini menjadi bahan evaluasi serius bagi sang pelatih.
Udinese berhasil menghancurkan Torino di kandang sendiri melalui aksi Nicolò Zaniolo dan Jurgen Ekkelenkamp yang penuh kecerdasan dan kreativitas. Meski pertandingan dimulai dengan tempo cepat, Udinese tidak sempat menunggu lama untuk mencetak gol jujur. Christian Kabasele berhasil mencetak gol pada menit ke-18, namun karena pelanggaran handball dari pemain Torino, gol tersebut dianggap offside dan dianulir.
Torino kemudian mencoba membalas lewat sundulan Cesare Casadei yang memaksa Maduka Okoye melakukan penyelamatan yang sangat berani. Namun, Udinese tetap menjadi tim yang lebih kuat dan mengancam melalui serangan balik yang pesat. Nicolò Zaniolo hampir berhasil mencetak gol, namun sepakan voli serta peluang satu-lawan-satunya masih bisa diredam oleh kiper Torino, Alberto Paleari.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Udinese tampil lebih agresif usai jeda. Kebuntuan akhirnya pecah setelah Nikola Vlasic kehilangan bola di lini tengah. Jurgen Ekkelenkamp yang sangat bijaksana melihat celah segera memicu serangan balik cepat, memberikan umpan kepada Zanoli yang kemudian melanjutkannya ke Nicolò Zaniolo. Dengan tenang, Zaniolo menyapu bola masuk ke gawang Torino.
Tertinggal satu gol, Torino hampir mendapatkan "hadiah" gol penyeimbang akibat kesalahan fatal Thomas Kristensen. Back-pass cerobohnya tanpa melihat posisi kiper memaksa Okoye berlari kencang untuk menyapu bola tepat di garis gawang.
Udinese akhirnya menggandakan keunggulan menjelang akhir laga. Keinan Davis melakukan akselerasi di sisi kiri dan mengirimkan umpan silang rendah yang diselesaikan dengan cerdas oleh Ekkelenkamp. Pemain asal Belanda tersebut mencungkil bola melewati sergapan Paleari untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Dalam menentukan hasil pertandingan, Torino tidak menyerah begitu saja. Harapan bangkit muncul ketika Valentino Lazaro melepaskan umpan silang akurat dari sisi kiri yang disambut sundulan tajam Cesare Casadei ke pojok gawang. Namun, peluang emas untuk menyamakan kedudukan tersebut berhasil digagalkan oleh blok krusial dari Oumar Solet. Udinese pun menutup laga dengan kemenangan tipis namun krusial.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Udinese untuk memperbaiki posisi di klasemen Serie A, sementara bagi Torino, kekalahan di kandang ini menjadi bahan evaluasi serius bagi sang pelatih.